Warkop Rokoko, Hasil Kolaborasi Buah Pemikiran Para Ahli & Profesional UMKM
Warung kopi atau warkop menjadi ladang bisnis menjanjikan terutama di perkotaan. Namun pemilik tongkrongan legendaris ini harus terus kreatif agar usaha mereka tetap memiliki daya tarik bagi para pembeli.
Salah satu warkop di Kota Surabaya bernama Rokoko (Roemah Mbako dan Kopi) menawarkan konsep unik dan menarik perhatian. Sehingga membuat orang nyaman untuk berlama-lama dan terus-menerus membeli produk di warkop tersebut.
Ialah seorang pengelola, Syarif Hidayatullah, mengatakan, filosofi bisnis warkop Rokoko merupakan hasil kolaborasi buah pemikiran para ahli dan profesional UMKM di Surabaya.
“Ya, kolaborasi beberapa ahli seperti Bapak Paulus IN, Bapak Ferry, Ibu Aulia, Bapak KPH dan mempercayakan pengelolaan kepada saya, untuk membuat pembeda dari bisnis UMKM,” ujar Syarif di warkopnya di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya.
Menurut Syarif, Rokoko adalah the next big think untuk para venture capitalist. Karena hingga detik ini bisnis food and beverage (FnB), terlebih yang bertema kopi lebih banyak fokus kepada market SES A-B-C+.
Warkop sebagai salah satu UMKM merupakan adalah sektor penggerak ekonomi jenjang paling dasar. Tapi apabila suatu unit usaha UMKM dikelola oleh para pakar dan profesional, tentu bisanya menjadi ajang usaha yang berkonsep unik, kreatif dan diharapkan ada perbaikan level hingga kenaikan jenjang usaha. Termasuk juga UMKM warung kopi.
"Nah, Rokoko lahir di kota Pahlawan Surabaya untuk semua pahlawan keluarga di seluruh Indonesia,” tandas Syarif.
Hal itu terlihat dari suasana yang di lokasi warung kopi yang tak hanya menyuguhkan menu kopi dan kudapan berkualitas, tata letak warung yang nyaman membuat pengunjung warkop seperti pengemudi ojek online, komunitas, warga dan karyawan dari kantor sekitar lokasi yang sangat menikmati sajian kopi panas, kudapan dan rokok lintingan.
Hal itu dirasakan pula oleh Dedy Mahendra, Konsultan Bisnis HORECA dan mantan dosen Culinary Business, Universitas Ciputra Surabaya, saat mengadakan acara di Warkop Rokoko bersama beberapa komunitas seperti Forum Alumni SMA/K Surabaya (FASS), Jogoboyo, Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPII), dan Ikatan Engineer Indonesia (IKEI) BPD Jawa Timur.
Dedy Mahendra mengungkapkan, di sisi lain, konsep Rokoko adalah ide brilian. Di kala semua bisnis besar terimbas pandemi, Rokoko hadir sebagai alternatif.
“Dengan kenyamanan yang ditawarkan, maka tidak menutup kemungkinan seluruh segmentasi warga masyarakat dapat melakukan kegiatan di sini mulai dari meeting ringan, talkshow edukasi, mengerjakan tugas kuliah, atau hanya nongkrong menghabiskan waktu bersama teman, juga main game, bisa terakomodir dengan baik di sini. Saya rasa, jika Rokoko mampu bertahan dua tahun dan multiply, maka bisnis ini benar–benar akan menjadi pembeda UMKM yang pernah ada di Indonesia, khususnya di Surabaya,” kata Dedy.


