UMKM Harus Pandai Branding agar Naik Kelas di Tengah Persaingan Ketat
Alvin Ardian Pratama | 11-06-2025 16:08 WIB 210 readers
INFO OPPORTUNITY.ID-
Di tengah persaingan pasar yang semakin padat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk tak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga membangun branding yang kuat. Dalam era digital seperti saat ini, branding tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk menciptakan hubungan emosional dengan konsumen.
Salah satu pelaku kreatif, Rilly Robi, menyebut bahwa branding bukan lagi sekadar tampilan visual. Ia menyebut branding sebagai strategi membentuk persepsi dan loyalitas. Menurutnya, branding yang kuat harus memiliki identitas, konsistensi, cerita yang otentik, serta pemahaman mendalam terhadap pasar.
Hal ini dibuktikan oleh The Hallway Space, ruang kreatif di Bandung yang tumbuh dari pasar tradisional menjadi ruang interaksi komunitas kreatif. Alih-alih hanya menjual produk, mereka menyuguhkan pengalaman dan nilai, yang kemudian menjadi ciri khas brand tersebut. Keberhasilan menjaga identitas ini turut didukung oleh komunikasi yang konsisten di berbagai kanal, baik offline maupun digital.
Hal serupa juga diterapkan oleh Photoplace Indonesia, sebuah brand photobox yang menyasar anak muda. Mereka tak hanya menawarkan layanan foto, tetapi juga membangun narasi emosional: menciptakan kenangan yang bisa dibawa pulang. Dengan memahami pasar milenial dan Gen-Z, Photoplace mampu menyusun strategi komunikasi dan desain yang sesuai dengan karakter target pasarnya.
Namun, branding yang kuat tak bisa lepas dari nilai. Banyak pelaku usaha terlalu fokus membuat konten viral, padahal konsumen masa kini lebih menghargai makna dan nilai yang selaras dengan prinsip mereka. Maka, investasi dalam membangun makna jauh lebih berkelanjutan dibanding mengejar viralitas semata.
Guna mendukung penguatan branding pelaku usaha, Kemenko PM akan menggelar program Perintis Berdaya pada 18–20 Juni 2025 mendatang di Bandung. Program ini akan memberikan pelatihan langsung kepada pelaku UMKM dalam membangun strategi branding yang otentik dan relevan dengan pasar saat ini.
Dengan membangun branding yang kuat dan bermakna, UMKM berpeluang untuk naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan. Di era ketika pilihan produk semakin melimpah, kekuatan sebuah brand tak hanya menentukan penjualan, tetapi juga masa depan sebuah usaha.

