Tote Bag Supermarket Ini Mendadak Viral dan Dijual Hingga Rp800 Juta, Apa Sebenarnya yang Istimewa?

INFO OPPORTUNITY.ID-Dunia fesyen dan gaya hidup kembali dihebohkan oleh kemunculan sebuah barang sederhana yang tiba-tiba naik kasta. Sebuah tote bag dari jaringan supermarket di Amerika Serikat mendadak viral dan menjadi buruan, bahkan muncul di pasar reseller dengan harga fantastis—menyentuh angka sekitar Rp800 juta.

Yang bikin banyak orang heran: tas ini bukan produk desainer mewah, bukan edisi kolaborasi brand ternama, dan bukan pula barang berbahan eksklusif. Lalu kenapa bisa semahal itu?

Berawal dari Tas Belanja Biasa

Awalnya, tas ini hanyalah tote bag kanvas yang dijual murah sebagai tas belanja ramah lingkungan. Harganya di negara asalnya hanya setara puluhan ribu rupiah. Desainnya simpel, fungsional, dan memang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari—membawa belanjaan, buku, atau barang ringan lainnya.

IBOS Expo 2026

Namun karena supermarket tersebut tidak memiliki cabang internasional yang luas, tas ini otomatis menjadi barang yang sulit didapat di luar Amerika. Di sinilah cerita mulai berubah.

Dari Fungsional Jadi Fashion Statement

Seiring waktu, tas ini mulai sering terlihat dipakai di ruang publik: kampus, kafe, jalanan kota besar, hingga muncul di konten media sosial. Tanpa sadar, ia bertransformasi dari tas belanja biasa menjadi bagian dari gaya hidup.

Bagi sebagian orang, tas ini bukan lagi sekadar wadah barang, melainkan simbol pengalaman, selera, bahkan “kode” sosial. Memakainya seolah menunjukkan kedekatan dengan budaya urban tertentu atau pengalaman pernah tinggal, berkunjung, atau terhubung dengan kehidupan di Amerika.

IBOS Expo 2026

Efek Media Sosial dan Budaya Kolektor

Ledakan tren ini tidak lepas dari peran media sosial. Ketika sebuah barang terlihat “biasa tapi keren” dipakai banyak orang, apalagi oleh figur yang dianggap trendi, nilainya bisa terdongkrak drastis. Fenomena ini dikenal sebagai efek viral: nilai emosional dan simbolik mengalahkan nilai fungsi.

Di sisi lain, muncul pula mentalitas kolektor. Barang yang sulit didapat, tidak dijual bebas di banyak negara, dan punya cerita unik, otomatis dianggap punya nilai lebih. Kelangkaan inilah yang memicu para reseller memainkan harga.

Harga Fantastis, Tapi Realistis?

Beberapa penjual di pasar sekunder memasang harga yang sangat tinggi, bahkan sampai ratusan juta rupiah. Namun angka ini lebih merefleksikan strategi spekulatif dan sensasi pasar ketimbang harga riil yang wajar. Tidak semua barang dengan harga selangit benar-benar laku terjual.

IBOS Expo 2026

Fenomena seperti ini sebenarnya sering terjadi: barang sederhana bisa berubah menjadi objek “hype” ketika didorong oleh tren, cerita, dan persepsi eksklusivitas.

Pelajaran dari Fenomena Ini

Kasus tote bag supermarket yang viral ini menunjukkan bahwa dalam dunia modern, nilai sebuah barang tidak lagi semata ditentukan oleh bahan atau fungsi. Faktor cerita, kelangkaan, komunitas, dan eksposur digital punya pengaruh besar dalam membentuk harga.

Yang awalnya hanya tas belanja murah bisa berubah menjadi simbol gaya hidup—bahkan komoditas spekulatif. Pada akhirnya, yang dijual bukan cuma tasnya, tapi makna di baliknya.

IBOS Expo 2026
Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: