Kala Coffee Unjuk Konsep Kopi Keliling di IBOS Expo 2026

INFO OPPORTUNITY.ID-Didorong oleh pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia yang terus meningkat serta masih minimnya akses masyarakat untuk memulai usaha, Ali Efendi mendirikan Kala Coffee dengan konsep yang berbeda. Brand kopi ini akan ambil bagian sebagai exhibitor di IBOS Expo 2026, pameran peluang usaha dan bisnis terbesar yang mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra dan investor dari berbagai daerah.

Ali Efendi melihat dua fenomena besar di industri kopi. Di satu sisi, kopi telah menjadi kebutuhan harian, terutama di kalangan anak muda dan pekerja. Di sisi lain, banyak orang memiliki keinginan berbisnis namun terkendala modal, pengalaman, dan waktu.

“Saya melihat dua hal sekaligus di industri kopi: pertama, konsumsi kopi terus naik; kedua, masih banyak orang yang ingin punya usaha sendiri tapi terkendala modal dan pengalaman,” ujar Ali Efendi, Founder Kala Coffee. “Dari situ lahir Kala Coffee. Sejak awal, kami bukan hanya menjual kopi, tapi membangun ekosistem usaha yang terjangkau dan berdampak sosial.”

IBOS Expo 2026

Mengusung konsep kopi keliling berbasis sepeda listrik, Kala Coffee hadir dengan model bisnis yang lincah, efisien dari sisi investasi, dan mampu menjangkau langsung titik-titik keramaian seperti perkantoran, kampus, sekolah, hingga kawasan hunian. Konsep ini juga membuka peluang kerja baru bagi rider dan barista keliling, sekaligus menjawab tren grab-and-go yang semakin diminati.

Dalam persaingan bisnis kopi yang semakin ketat, Kala Coffee memposisikan diri sebagai brand dengan tiga nilai utama: enak, terjangkau, dan mudah dijangkau. Harga produk Kala Coffee berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp15.000, menjadikannya relevan untuk segmen pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

“Unique selling point kami jelas: konsep kopi keliling pakai sepeda listrik, harga bersahabat, serta model kemitraan yang memudahkan siapa pun untuk mulai usaha,” jelas Ali.

IBOS Expo 2026

Sebagai exhibitor di IBOS Expo 2026, Kala Coffee akan memperkenalkan dua skema kemitraan, yaitu kemitraan mandiri dan kemitraan autopilot. Pada skema mandiri, mitra menjalankan operasional sendiri dengan dukungan SOP, pelatihan, dan sistem yang telah disiapkan. Sementara pada skema autopilot, investor dapat memiliki bisnis kopi tanpa harus terlibat langsung dalam operasional harian.

“Investor cukup menerima laporan dan bagi hasil, sementara operasional sepenuhnya kami jalankan,” ungkap Ali.

Daya tarik Kala Coffee tidak hanya terletak pada konsep bisnisnya, tetapi juga pada misi sosial yang melekat kuat. Setiap cart Kala Coffee menjadi sumber penghasilan dan membuka kesempatan kerja bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal.

IBOS Expo 2026

“Ada rider kami yang usianya lebih dari 50 tahun. Kami ingin memberi kesempatan kedua agar mereka tetap produktif,” tambahnya.

Untuk menjangkau target konsumen usia 15–40 tahun, Kala Coffee mengoptimalkan lokasi strategis, konten digital, promo bundling, serta layanan pre-order. Brand ini juga aktif membangun kedekatan dengan konsumen melalui Instagram dan TikTok.

Ali mengakui bahwa tren konsumsi kopi turut membentuk strategi bisnis Kala Coffee, mulai dari kebutuhan value for money, transaksi digital, hingga meningkatnya kepedulian terhadap dampak sosial dan lingkungan.

IBOS Expo 2026

“Orang ingin ngopi cepat dan praktis, tapi tetap berkualitas. Di sisi lain, mereka juga menghargai brand yang punya misi sosial. Kala Coffee berdiri di titik itu,” jelasnya.

Dari sisi pengembangan, potensi ekspansi Kala Coffee masih sangat besar. Model cart yang mudah direplikasi memungkinkan brand ini berkembang hingga ribuan titik di berbagai kota. Kala Coffee juga menyiapkan pengembangan menu seasonal, varian non-kopi seperti matcha dan chocolate series, hingga rencana produk ready to drink (RTD). Peluang kolaborasi dengan brand, komunitas, kampus, dan korporasi pun terus dibuka.

Meski demikian, Ali tidak menampik adanya tantangan dalam membangun brand kopi, mulai dari ketatnya persaingan, konsistensi rasa, hingga edukasi calon mitra.

IBOS Expo 2026

“Kami menjaga kualitas lewat SOP detail, pelatihan rutin, dan sistem kontrol yang terus diperbaiki. Untuk mitra, kami selalu transparan soal angka dan risiko agar tidak ada ekspektasi yang keliru,” tegasnya.

Melihat masa depan industri kopi nasional, Ali optimistis segmen kopi harian terjangkau akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, Kala Coffee menyiapkan strategi jangka panjang dengan memperluas jaringan penjualan, memperkuat ekosistem kemitraan, serta mendorong digitalisasi operasional.

“Kami ingin Kala Coffee tumbuh sebagai contoh bahwa bisnis kopi bisa menggabungkan profit, keberlanjutan, dan dampak sosial dalam satu gerakan nyata,” tutup Ali.

IBOS Expo 2026

Sebagai informasi, IBOS Expo 2026 terbuka gratis untuk pengunjung yang ingin mencari peluang usaha, kemitraan, dan inspirasi bisnis. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:https://ibosexpo.infobrand.id/visitor/register?e

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: