The Body Shop Ajak Anak Muda Jadi Change Maker dengan Konsep Baru Change Making Beauty Store

The Body Shop dikenal sebagai produk kecantikan yang sejak lama mengusung gerakan untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan. Sudah sejak tahun 2008, The Body Shop menjadi pionir untuk program pengembalian kemasan kosong kosmetik di Indonesia.

Progam bernama Bring Back Our Bottles (BBOB) ini memberi kesempatan pada konsumen The Body Shop untuk mengembalikan kemasan kosong ke toko-toko terdekat untuk didaur ulang dan hasil pengolahannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. BBOB ini bisa dikatakan sebagai salah satu dari berbagai program sukses yang dijalankan The Body Shop untuk berkontribusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

Di 2022 ini The Body Shop melanjutkan komitmen mereka dengan mengajak kaum muda menjadi changemaker atau agen perubahan melalui gerainya. Ya, The Body Shop baru saja menghadirkan konsep gerai baru, yakni Change-making Beauty Store.

IBOS Expo 2026

Menariknya, The Body Shop berupaya menghadirkan gerai yang memanfaatkan sampah. Melalui hal ini, The Body Shop ingin membuktikan bahwa reuse, recycle dan upcycle merupakan konsep yang bisa dibuat menjadi indah, artistik, bermanfaat, dan membantu mengurangi sampah. Di Indonesia, gerai The Body Shop di Mal Kota Kasablanka adalah yang pertama mengusung Change-making Beauty Store.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membangun Change-making Beauty Store ini antara lain bekas pallet kayu yang digunakan untuk mengemas produk, puntung rokok, dan kemasan plastik bekas produk yang didaur ulang menjadi materi yang bisa digunakan lagi.

Untuk mengenalkan tentang Change-making Beauty Store kepada rekan-rekan media di Tanah Air, Global Head Franchise Managing Director The Body Shop International Limited, Qas Qayyum hadir ke Indonesia.

IBOS Expo 2026

Qas menyampaikan alasan di balik konsep gerai baru Change-making Beauty Store. Ia mengatakan bahwa saat pelanggan datang ke toko, The Body Shop ingin menawarkan pengalaman yang lebih kaya.

“Jadi, pelanggan bisa menyentuh, merasakan, dan bahkan bermain dengan produk kami,” imbuhnya saat kunjungan ke The Body Shop di Mal Kota Kasablanka

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat berbicara tentang melakukan perubahan untuk lingkungan kepada pelanggan, hal ini bisa terasa abstrak. Hal ini yang menjadi alasan lain The Body Shop menghadirkan Change-making Beauty Store.

IBOS Expo 2026

“Jadi, setiap kali pelanggan menggenggam produk The Body Shop, mereka memiliki kekuatan untuk membuat perubahan, membuat dampak, dan itulah mengapa kami sangat tertarik dengan hal ini,” ungkap Qas.

Tidak cuma itu, terdapat pula Act Corner di gerai ini yang merupakan bagian terpenting dalam peran menyuarakan perubahan gaya hidup menjadi lebih berkelanjutan. Ini adalah area spesial, sehingga pelanggan bisa bereksplorasi untuk mendapatkan inspirasi baru dalam mencintai Bumi.

Qas juga menyampaikan bahwa ada area bagi pelanggan untuk mengisi ulang produk–seperti sabun cuci tangan, sampo, kondisioner, dan lainnya–dengan botol khusus. “Tujuan isi ulang adalah kami ingin membuat isi ulang menjadi mainstream dan dapat diakses,” ungkap Qas.

IBOS Expo 2026

Saat ini, The Body Shop telah menghadirkan sekitar 56 Change-making Beauty Store di seluruh dunia. Sebanyak 26 gerai tersebut terdapat di Asia. Qas mengatakan bahwa meski ada kesamaan konsep gerai seluruh dunia, namun setiap negara juga memiliki ciri khasnya masing-masing. "Jadi, misalnya, di Indonesia, kami menggunakan kertas formula daur ulang. Di Brasil, misalnya, kami menggunakan batu-batuan dari pantai yang sangat relevan dengan Brasil,” ujarnya.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: