Terus Melejit 2 Tahun Terakhir di Palopo, Tuuk Tea Berhasil Lewati Masa Krisis

FRANCHISEGLOBAL-Jika membincang perkembangan bisnis minuman kekinian di wilayah Luwu Raya, Sulawesi Selatan, khusunya di Kota Palopo, maka ada satu nama yang tidak boleh luput dari perbincangan utama. Dia adalah Tuuk Tea.

Bisnis Thai Tea yang berdiri sejak tahun 2018 Lapangan Pancasila itu, kini terus bergeliat menjadi salah satu pemain utama dalam pasar minuman gelas atau kap di Palopo.

Tuuk Tea bisa dibilang sebagai patron, dari lahir dan menjamurnya pedagang Thai Tea di Palopo dalam tiga tahun terakhir. Tuuk Tea hadir lalu meng-hegemoni.

IBOS Expo 2026

Seperti namanya, Tuuk Tea berdagang teh gelas khas Thailand atau Thai Tea, tapi dengan rasa dan racikan yang relatif jauh lebih berkualitas dibanding minuman populer sejenis.

Saat bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sejenis berguguran, Tuuk mampu bertahan bahkan semakin eksis. Krisis masa pandemi bisa terlalui. Kini Tuuk sudah memiliki tiga kedai dengan jumlah 45 karyawan.

Owner Tuuk Tea Viqra Wardhana yang ditemui pada Desember 2021, mengaku bersyukur atas perkembangan Tuuk sepanjang tiga tahun terakhir.

IBOS Expo 2026

"Kalau perkembangan alhamdulillah naik terus, karena tiap tahun kita tambah outlet," ujar Iqra sapaan Viqra.

Tuuk Tea bermula dari gerobak di Lapangan Pancasila yang ukurannya tak lebih besar daripada gerobak penjual bakso. Di sini mereka menjajakan Thai Tea, Green Tea juga es coklat dengan berbagai varian.

Kurang lebih-setahun berdagang di Pancasila, pada Agustus 2019, kedai semi - permanen Tuuk Tea hadir di Jalan Andi Djemma. Outlet ini boleh dikata sebagai "kiblat" hadirnya desain outlet take-away sejenis di Kota Idaman.

IBOS Expo 2026

Dari kedai satu yang berada di jantung Kota Palopo, nama Tuuk semakin melambung. Begitu juga dengan pengikutnya di Instagram terus bertambah. Tentu, kian melipat gandakan cuan.

Meski demikian, Iqra menyebut pertumbuhan itu terbilang lambat. Berbagai faktor melatari hal ini. Satu di antaranya adalah Tuuk bergerak secara mandiri tanpa sokongan modal besar.

"Tapi menurut saya yah, itu agak lambat, sarena satu tahun satu outlet begitu. Itu karena kita own store, usaha ini hanya dimiliki oleh satu orang tanpa investor dan pinjaman bank," katanya.

IBOS Expo 2026

Satu tahun kedai Andi Djemma beroperasi, pandemi Covid-19 justru datang mengakhiri segala aktivitas ekonomi di Lapangan Pancasila. Termasuk gerobak kecil Tuuk Tea harus mangkat.

Kendati pagebluk membuat merana berbagai sektor usaha, Tuuk Tea tetap berjalan hingga pada November 2020, bisnis ini terus berekspansi dengan hadirnya kedai dua di Jalan Andi Kambo.

Tapi, hadirnya kedua dua tidak serta-merta mampu menahan gejolak keuangan Tuuk. Iqra harus memutar otak agar para pekerja yang jumlahnya mencapai puluhan bisa bertahan.

IBOS Expo 2026

Situasi pandemi dengan segala pembatasan sosialnya pada 2020 sampai awal 2021, mendorong Iqra berpikir keras demi para Rangers--sebutan untuk karyawan Tuuk-- tidak dirumahkan atau didepak.

Saat itu Tuuk Tea memiliki 20 lebih karyawan yang harus dihidupi. Mereka tersebar di kantor Tuuk yang mengurus administrasi, tim kreatif media sosial dan belasan karyawan yang bertugas di kedai satu dan dua.

Lantas, bagaimana Tuuk bisa melalui masa-masa genting pandemi?

IBOS Expo 2026

Iqra memanfaatkan momentum pandemi untuk memenuhi permintaan pelanggan yang "mager" dengan sistem jemput bola. Customer yang ingin menikmati satu cup Tuuk Tea bisa diantarkan sampai ke rumah.

Strategi tersebut diterapkan khususnya pada bulan Ramadan kemarin. Sebagaian karyawan Tuuk terjun untuk sebagai kurir mengantarkan pesanan, sembari layanan aplikasi daring juga terbuka menerima orderan.

"Kita lebih fokus menjemput bola. Jadi itu, kita jalankan program dari rumah ke rumah. Daya beli saat itu tinggi, tapi orang-orang takut keluar rumah. Jadi itu uang kita jemput," ujar ayah satu anak ini.

IBOS Expo 2026

"Tujuannya itu cuma satu, bagaimana supaya tidak ada karyawan yang dirumahkan," kata Iqra.

Alhasil, krisis perekonomian masa pandemi berhasil dilalui tanpa ada pekerja Tuuk yang dirumahkan. Bahkan Iqra mengaku, saat Idulfitri kemarin, para rangers mendapatkan tunjangan hari raya.

Selain program delivery, salah satu faktor Tuuk mampu menjaga pendapatan kala pandemi adalah marketing media sosial. Kekuatan konten Tuuk sedikit-banyak memengaruhi bagaimana bisnis ini tumbuh dan berkembang.

IBOS Expo 2026

Dengan jumlah 5.510 pengikut Instagram, akun Tuuk.tea efektif memasarkan berbagai program. Jumlah followers sebanyak itu, menjadikan akun @Tuuk.tea sebagai terbanyak di antara bisnis sejenis di Kota Palopo, mungkin se-Luwu Raya.

Dengan begitu, Tuuk terus berekspansi hingga kini membuka kedai ketiga dengan konsep yang lebih berbeda dan terbilang baru.

Setelah tiga tahun berdiri secara mandiri, Iqra mengaku pada tahun ini mulai bersiap menerima investasi dana segar untuk Tuuk Tea dan Tuuk Eatry.

IBOS Expo 2026

Iqra memutuskan membuka investasi setelah banyak orang berminat untuk menjadikan Tuuk sebagai franchise atau waralaba di daerah lain. Ide "pakai nama" itu menurutnya tidak cocok.

"Kita akan buka investasi tapi bukan dengan format franchise. Formatnya nanti, pengelolaan tetap kita, orang atau investor hanya berikan dana segar," beber Iqra.

Akan tetapi, skema investasi pada Tuuktea dan Tuuk Eatry berbeda dari konsep lain. Iqra menjelaskan, konsep investasi yang ditawarkan memakai skema syariah.

IBOS Expo 2026

"Saya siapkan model investasinya itu pakai sistem syariah, yang memang syirkah (kemitraan, red) atau bagi hasil seperti akad musyarakah," katanya.

Pada tahun 2021, omzet perusahaan mencapai miliaran. Tuuk Tea boleh dikata sebagai pemain utama pasar minuman gelas kekinian di Palopo.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: