Tawarkan Pengalaman Baru Isi Nitrogen Digital dengan MyNitro
MyNitro adalah fasilitas/outlet pengisian nitrogen murni pada ban kendaraan dengan inovasi baru, yakni self service dan pembayaran nontunai dengan GoPay, ShopeePay, Dana, Ovo, dan lain-lain.
Inovasi lain dari outlet MyNitro adalah lokasinya tidak melulu di SPBU, melainkan lebih dekat ke konsumen, yakni lahan parkir toko modern Alfamart/Alfamidi (Alfa Group).
Merek My Nitro dimiliki oleh CV Mucha Persada dan menargetkan 1.000 gerai hingga akhir tahun ini, dari 13 gerai saat ini. Salah satu caranya adalah menawarkan skema usaha franchise kepada masyarakat yang berminat berinvestasi.
"Strategi menambah outelt MyNitro adalah konsep waralaba. Nilai investasi waralaba MyNitro Rp 60 juta," kata Muchlis, Founder dan CEO MyNitro.
Dia menjelaskan, dengan investasi Rp 60 juta, investor mendapatkan lokasi usaha yang bekerja sama dengan Alfa Group, dashboarad untuk mengakses penjualan, sistem IT, dan operator. Tujuannya supaya investor tidak perlu turun tangan di tataran operasional, cukup memantau bisnis ini dari dasboard yang bisa diakses dari smartphone.
MyNitro menjanjikan pendapatan dari usaha pengisian gas nitrogen murni ini mulai dari Rp 5 juta per bulan hingga Rp 30 juta. Pendapatan usaha ini antara lain tergantung dari lokasi usahanya strategis atau tidak.
Muchlis mencontohkan, omzet outlet MyNitro di Lampung mencapai Rp 30 juta per bulan. Sedangkan outlet di Serang, Banten, berkisar Rp 10 juta. Sementara profit atau margin usaha yang ditawarkan sekitar 25 persen.
Dibandingkan fasilitas pengisian nitrogen lain, MyNitro menawarkan pengalaman pengisian nitrogen secara digital.
Misalnya, alatnya berteknologi layar sentuh mirip mesin ATM, sistem pembayaran cashless (nontunai), dan bersifat self service.
“Kami meluncurkan konsep bisnis yang efisien dan ramah lingkungan yang menyediakan pengisian nitrogen murni untuk kendaraan bermotor dengan sistem digital. Kustomer lebih mudah mengisi nitrogen, harganya ekonomis, dan nitrogennnya berkualitas dengan kadar 99,99 persen,” kata Muchlis.
Dibandingkan fasilitas pengisian nitrogen lain, MyNitro menawarkan pengalaman pengisian nitrogen secara digital.
Misalnya, alatnya berteknologi layar sentuh mirip mesin ATM, sistem pembayaran cashless (nontunai), dan bersifat self service.
“Kami meluncurkan konsep bisnis yang efisien dan ramah lingkungan yang menyediakan pengisian nitrogen murni untuk kendaraan bermotor dengan sistem digital. Kustomer lebih mudah mengisi nitrogen, harganya ekonomis, dan nitrogennnya berkualitas dengan kadar 99,99 persen,” kata Muchlis.
Muchlis menjelaskan, MyNitro beroperasi secara digital, yang mana konsumen melakukan semuanya secara mandiri karena teknologinya layar sentuh (touch screen) dan user friendly. Pembayarannya pun dilakukan dengan uang elektronik, seperti e-Money, Brizzi, TapCash, dan Flazz. Serta dompet elektronik; ShopeePay, Gopay, LinkAja, OVO, dan DANA.
Saat ini My Nitro bekerja sama dengan ShopeePay untuk memudahkan kustomer membayar transaksinya dengan aplikasinya. Ada cash back dari ShopeePay hingga 30 persen.
"Jadi alatnya automation. Tidak ada struk kertas yang keluar. Kalau orang butuh struk, tinggal input alamat e-mail dan real-time struk akan dikirim via e-mail. Setiap transaksi bisa dilihat di dashboard-nya," ujarnya.


