Sejarah Pendiri Subway Ternyata Kompeten di Ilmu Fisika
Franchise populer dari Amerika Serikat ini usianya sudah lebih dari setengah abad. Dikutip dari situsny, Subway bermula dari duet seorang ahli fisika nuklir dan mahasiswa berusia 17 tahun.
Peter Buck telah memiliki gelar doktor fisika meminjamkan uang sebesar 1,000 dolar Amerika pada Fred DeLuca. Uang itulah yang menjadi modal untuk mendirikan Subway dan membayar uang kuliah DeLuca.
Dikutip dari situs People Pill, Buck lahir pada 19 Desember 1930 di South Portland, Maine, Amerika. dia menyelesaikan S1 di Bowdoin College in Brunswick, Maine.
Buck lantas melanjutkan pendidikan S2 dan S3 dalam bidang fisika di Columbia University. Dia bekerja pada sejumlah perusahaan pada 1957-1978, sebelum meminjamkan uang pada DeLuca pada 1965.
Lelaki yang juga dikenal sebagai seorang filantropis ini disebut sebagai teman dari keluarga DeLuca. Buck adalah yang memberi ide pada DeLuca untuk membuka toko sandwich.
"Ayo kita buku toko roti lapis kapal selam (submarine sandwich)," kata Buck dalam website Subway. Hidangan ini berupa roti panjang yang diisi daging, keju, dan sayuran dalam beberapa lapis.
toko pertama Subway dibuka di Bridgeport, Connecticut, pada bulan Agustus. Selanjutnya Buck dan DeLuca menetapkan target untuk membuka 32 toko dalam waktu 10 tahun.
Kini, Subway adalah waralaba sandwich kapal selam terbesar di dunia dengan 44 ribu lokasi di berbagai negara. Subway Indonesia saat ini mempunyai 11 gerai yang tersebar di Cilandak Town Square, Setiabudi One, The Breeze BSD City, Pantai Indah Kapuk, Citywalk Elfee Karawaci, Ciffest Citra 6, Bez Walk, Kemang, Mall Kelapa Gading, Pondok Indah Mall 3, Lippo Mall Puri.

