Segini Anggaran Jadi Mitra Pertashop, Balik Modalnya Kapan?
FRANCHISEGLOBAL.COM, JAKARTA - Bisnis SPBU masih sangat menrik saat ini, apalagi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada 2021 mencapai 143,8 juta unit.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,7% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya sebesar 136,1 juta unit.
Berdasarkan data di atas tadi, tentu berbisnis SPBU memiliki peluang yang sangat besar.
Hanya saja, untuk memiliki waralaba SPBU Regular syarat yang harus dipenuhi minimal memiliki lahan berukuran 1.500 m2 dengan lebar depan 30 meter serta menyediakan modal paling tidak Rp500 juta.
Menyiasati hal itu, perusahaan pelat merah Pertamina, membuat solusi untuk para calon investor yang ingin membeli waralaba SPBU dengan anggaran yang lebih kecil melalui Pertashop.
Seperti SPBU Reguler Pertamina, Pertashop menjual produk-produk BBM non-subsidi milik Pertamina, LPG non-subsidi, dan beragam produk lain milik Pertamina.
Lantas, berapa besaran modal yang harus dimiliki calon investor untuk memiliki SPBU mini Pertamina alias Pertashop. Berikut gambaran investasi bisnis serta balik modalnya.
Pertamina membuka waralaba Pertashop dengan tiga tipe waralaba, pertama tipe Gold, kemudian tipe Platinum, dan tipe Diamnond.
Untuk tipe Gold, modal yang dibutuhkan investor adalah sebesar Rp250 juta.
Biaya tersebut sudah mencakup biaya pengiriman dan biaya pembangunan Pertashop, sementara untuk lahan harus disediakan sendiri oleh investor. Produk yang dijual untuk tipe Gold adalah BBM jenis Pertamax sebesar Rp20 juta dengan rincian sebagai berikut:
- Biaya beli Rp8.150 per liter.
- Keuntungan bisa mencapai Rp850 per liter.
- Pendapatan per hari bisa mencapai Rp400 liter per hari.
- Pengembalian modal maksimal hingga 5 tahun.
Sementara untuk tipe Platinum, jumlah modal yang dibutuhkan investor adalah sebesar Rp400 juta. Biaya tersebut sudah mencakup biaya pembangunan Pertashop dan instalasinya. Adapun produk yang dijual adalah Pertamax sebesar Rp70 juta dengan rincian sebagai berikut:
- Biaya beli mencapai Rp8.400 per liter.
- Keuntungan bisa mencapai Rp600 per liter.
- Pendapatan per hari bisa mencapai Rp1.000 liter per hari.
- Pengembalian modal maksimal hingga 4 tahun.
- Dapat menjual Pelumas Pertamina dan Bright Gas.
Sedangkan untuk tipe Diamond, modal yang harus disediakan investor adalah sebesar Rp500 juta. Biaya tersebut juga sudah mencakup biaya pembangunan Pertashop dan instalasinya. Produk yang dijual adalah Pertamax sebesar Rp70 juta dengan rincian sebagai berikut:
- Biaya beli mencapai Rp8.565 per liter.
- Keuntungan bisa mencapai Rp435 per liter.
- Pendapatan per hari bisa mencapai Rp3.000 liter per hari.
- Pengembalian modal maksimal hingga 3 tahun.
- Bisa menjual Pelumas Pertamina dan Bright Gas.


