RS Premier Bintaro Angkat Isu Regurgitasi dan GERD Anak dalam Media Gathering Kesehatan

INFO OPPORTUNITY.ID-RS Premier Bintaro kembali menegaskan komitmennya terhadap edukasi kesehatan anak melalui kegiatan Media Gathering & Health Talk bertema “POV: Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak serta Dampaknya terhadap Kesehatan” yang digelar di Jakarta pada 4 Februari lalu. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, sebagai pembicara utama.

Chief Executive Officer RS Premier Bintaro, dr. Relia Sari, MARS, menjelaskan bahwa penyampaian informasi kesehatan anak yang berbasis bukti ilmiah merupakan bagian penting dari peran rumah sakit dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Ia menilai media memiliki posisi strategis dalam menjembatani pengetahuan medis dengan masyarakat luas, terutama para orang tua. Karena itu, forum diskusi bersama jurnalis ini difokuskan pada pemahaman yang tepat mengenai gangguan refluks pada anak.

Regurgitasi: Umum Terjadi pada Bayi

Dalam pemaparannya, Prof. Badriul menyebutkan bahwa sekitar tiga dari sepuluh bayi mengalami regurgitasi atau gumoh. Kondisi ini biasanya mencapai puncaknya pada usia 3–4 bulan dan berangsur membaik saat bayi mendekati usia satu tahun. Fenomena ini sering disebut sebagai happy spitter — bayi tampak sehat, tetap aktif, menyusu dengan baik, serta menunjukkan pertumbuhan normal meski kerap gumoh.

IBOS Expo 2026

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan proses fisiologis yang umumnya tidak berbahaya.

GERD: Lebih Jarang, Namun Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan regurgitasi biasa, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada anak memiliki karakteristik yang lebih serius meski prevalensinya jauh lebih rendah, yakni sekitar 3–8 persen. Pada GERD, isi lambung naik ke kerongkongan secara berulang atau berlangsung lama sehingga dapat memicu peradangan pada esofagus.

Dampaknya bisa meluas, mulai dari gangguan makan, hambatan pertumbuhan, anemia, muntah disertai darah, hingga penurunan kualitas hidup anak.

IBOS Expo 2026

Prof. Badriul menekankan bahwa tantangan utama di praktik klinis adalah membedakan kondisi fisiologis dengan GERD yang memerlukan perhatian khusus. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain berat badan tidak naik sesuai usia, adanya darah pada muntahan, nyeri hebat, atau gangguan saraf. Tanpa gejala alarm tersebut, pemeriksaan lanjutan biasanya tidak dibutuhkan.

Tidak Semua Bayi Rewel Mengalami GERD

Diskusi juga menyoroti kesalahpahaman yang kerap terjadi di masyarakat. Bayi yang sering gumoh, mudah rewel, atau menangis lama tidak otomatis menderita GERD. Gejala serupa bisa ditemukan pada bayi sehat. Karena itu, evaluasi medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya, termasuk menyingkirkan kemungkinan alergi protein susu sapi sebelum menegakkan diagnosis GERD.

Pendekatan Awal Lebih Banyak Non-Obat

Dalam penanganannya, langkah awal untuk regurgitasi dan GER pada bayi lebih difokuskan pada pendekatan non-farmakologis. Edukasi orang tua menjadi kunci, termasuk anjuran untuk tetap memberikan ASI, menghindari pemberian susu berlebihan, memperhatikan posisi bayi setelah menyusu, serta penggunaan formula khusus yang lebih kental bila diperlukan.

IBOS Expo 2026

Penggunaan obat bukan terapi utama dan hanya dipertimbangkan bila GERD telah terdiagnosis dengan jelas.

Perkuat Literasi Kesehatan Anak

Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro menegaskan perannya sebagai institusi kesehatan yang aktif mendorong literasi medis berbasis sains. Kolaborasi dengan media diharapkan dapat membantu orang tua memahami perbedaan antara kondisi normal dan gangguan yang membutuhkan penanganan, sehingga keputusan kesehatan anak dapat diambil secara tepat dan tidak diliputi kekhawatiran berlebihan.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: