Pedas Gurih Peluang Bisnis Kemitraan Ayam Keprabon
Ayam Keprabon menjadi salah satu merek yang meramaikan sengitnya kompetisi bisnis ayam geprek di Indonesia. Kuliner berbahan dasar ayam goreng dengan suguhan sambal bawang yang bisa disesuaikan level kepedasannya ini, tidak hanya disukai oleh para penyuka pedas, tapi juga mampu menjadi jawaban atas kejenuhan masyarakat yang bosan dengan kuliner olahan ayam yang itu-itu saja.
Tak salah merek-merek yang mengusung menu ayam geprek seperti Ayam Keprabon, berlomba-lomba menghadirkan inovasi untuk memikat hati masyarakat. Tak salah jika bisnis yang berpusat di Solo, Jawa Tengah ini menjadi salah satu pelopor hadirnya menu ayam geprek pedas berbalut keju mozarella yang tengah digandrungi masyarakat banyak.
Ayam Keprabon sejak mengawali kiprahnya pada Juli 2015 silam, sudah mengusung menu ayam geprek blenger dengan topping keju Mozarella sebagai menu andalan mereka. Praktis menu ayam pedas berbalut keju meleleh ini cukup banyak membuat pelanggan penasaran akan rasa yang ditawarkan.
Terlebih Ayam Keprabon membanderol harga yang cukup terjangkau bagi pelanggan. Dengan range harga Rp15 ribu sampai Rp25, ribu pelanggan sudah bisa menikmati satu porsi ayam geprek lengkap beserta nasi, dengan taburan telur dan tempe serta lelehan keju mozarella yang menggugah selera. Usaha yang digawangi oleh Renny Rantika ini pun cukup mulus berkembang di kota Surakarta, Jawa Tengah.
Hingga pada momen pameran waralaba skala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan, di Jakarta Convention Center pada November 2016 lalu, Ayam Keprabon yang menjadi salah satu bisnis yang diundang oleh Kemendag, mampu mencuri perhatian para pengunjung yang sebagian besar adalah para pencari bisnis (franchise buyer).
Dari sini, menurut penuturan Renny selaku pemilik, menjadi tonggak awal Ayam Keprabon bisa ekspansi ke berbagai kota termasuk menembus pasar Ibukota Jakarta. Melalui kerjasama secara kemitraan, Renny mendapat mitra-mitra baru yang tertarik mengembangkan bisnis Ayam Keprabon secara franchise.
“Awalnya saya mulai dari satu outlet di Solo pada 2015. Baru pada 2 Mei 2016 saya buka cabang kedua. Kemudian ikut pameran franchise yang Bapak Jokowi hadir (IFSE 2016) saya langsung dapet lima mitra di berbagai daerah, salah satunya di Jakarta,” papar Renny kepada Franchiseglobal.com.
Lebih lanjut, seiring berjalannya waktu bisnis Ayam Keprabon besutannya pun berkembang. Bahkan saat ini sudah 15 outlet yang sudah beroperasi di Solo, Jakarta, Karawaci Banjarmasin, Semarang, Boyolali, hingga Ponorogo. Empat outlet diantaranya dimiliki oleh pusat yang seluruhnya berada di Solo.
Dengan merebaknya tren ayam geprek pedas berbalut keju mozarella, Ayam Keprabon menjadi salah satu pihak yang ketiban untung. Renny mengklaim dalam sehari pihaknya bisa meraup omzet diatas 5 juta bahkan lebih setiap harinya. “Bahkan terkadang omzetnya bisa lima kali lipat dari itu. Saya bahkan sampai harus menutup semtara permintaan pembukaan gerai di Jakarta, karena sudah ada waiting list sampai November mendatang sekitar 16 gerai lagi yang akan dibuka,” tambahnya.
Bila anda berminat, Ayam Keprabon memiliki dua tipe paket kerjasama franchise yang bisa dipilih oleh mitra. Pertama adalah tipe booth dengan konsep take away tanpa minuman. Tipe dibanderol investasi senilai Rp129 juta.
Kemudian yang kedua adalah tipe Mini resto atau express. Tipe ini menyediakan menu minuman dan fasilitas meja serta tempat duduk yang cocok dioperasikan di area-area strategis. Tipe ekspres ini dibanderol investasi senilai Rp169 juta, belum termasuk dengan sewa dan dekorasi tempat.


