Mereguk Potensi Bisnis Waralaba Air Minum Semuril
Nico adalah pencetus dari bisnis Semuril yang saat ini sudah semakin berkembang. Dimana dia mulai berani terjun di dunia bisnis, khususnya water treatment sejak tahun 2006 lalu di Kota Medan.
“Jadi awalnya itu kita menjual segala kebutuhan yang berhubungan dengan water treatment seperti air minum isi ulang, filter kolam renang, pengolahan air limbah. Awalnya kita mulai dari situ,” ungkap Nico saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com di pameran waralaba IFRA 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).
Masuk di tahun 2012, Nico melihat ternyata pasar untuk air minum isi ulang semakin mengalami peningkatan. Dari situ dia baru mulai mencoba belajar serta mendalami untuk terjun ke bisnis tersebut.
“Kemudian di tahun 2016 kita mulai air minum dengan label Semuril. Nah di tahun 2018 ini kita mulai masuk ke industri waralaba plus ada penambahan produk seperti sabun dan juga sampo,” katanya.
Adapun nilai investasi yang ditawarkan untuk calon mitra yang ingin bergabung dengan Semuril sebesar Rp300 juta. Dengan nilai tersebut, calon mitra sudah mendapatkan semua sistem yang ada di Semuril.
“Sudah dapat alat produksi kita, sudah dapat pengembangan produk seperti sabun, sampo. Semua sudah disitu,” kata Nico.
Untuk franchise fee-nya sendiri, Nico mematoknya di angka Rp25 juta untuk 5 tahun dan juga royalty fee sebesar 5 persen.
Agar bisnisnya ini bisa berjalan dengan baik, Nico telah memiliki 3 tim dengan peran yang berbeda-beda. Dimana pertama ada tim marketing yang tugasnya mendatangkan pelanggan ke outlet. Kemudian kedua ada tim sales yang meng-closing, dan yang ketiga ada tim branding yang membuat pelanggan menjadi konsumen loyal.
Saat ini, Semuril sendiri telah memiliki 8 cabang operasional yang semuanya ada di Kota Medan dengan total sampai akhir tahun ini mencapai 13 cabang.
“Kita berharap tahun ini minimal ada 50 cabang. Target kita sih 100 sampai akhir tahun ini,” pungkasnya. [ded]


