Mendobrak Pasar Lewat Bisnis Ayam Bukan Geprek
Satu lagi pemain baru hadir di tahun ini adalah Ayam Bukan Geprek. Ini jelas bertolak belakang dengan kebanyakan pemain kuliner jenis ini yang hadir dengan nama Ayam Geprek.
“Ayam Bukan Geprek itu lahirnya dari Byson Cafe awalnya. Kita pertama hadir Januari 2018. Awalnya sebenarnya hanya ingin lucu-lucuan aja, karena kan kalau Ayam Geprek sendiri sudah ada dimana-mana. Jadi saya pelesetkan sedikit jadi Ayam Bukan Geprek,” jelas Wilson Bison saat dihubungi Franchiseglobal.com melalui sambungan telepon, Senin (30/7/2018) kemarin.
Ayam Bukan Geprek sendiri merupakan ayam goreng tepung dari daging ayam fillet serta disajikan dengan berbagai topping sambal, seperti sambal merah, sambal ulek, dan sambal matah.
“Selain Ayam Bukan Geprek kita juga ada Sate Taichan. Harganya kita jual mulai dari Rp20 ribu sampai Rp40 ribu per porsinya,” katanya.
Belum setahun berdiri, Wilson pun membuka peluang usaha yang ditawarkan melalui jalur kemitraan. Bila sebelumnya Ayam Bukan Geprek berada di bawah naungan Byson Cafe, kini kuliner tersebut ada di bawah naungan PT Mitra Boga Kencana (MBK).
“Sekarang kita buka 10 slot untuk investasi. Dimana 1 slotnya itu nilainya Rp99 juta dan keuntungannya bisa dapat 8 outlet,” terangnya.
Menurut Wilson, keuntungan dari 8 outlet tersebut nantinya akan dibagi ke 10 slot yang ada. Dengan nilai tersebut, para investor akan mendapatkan paketan Ayam Bukan Geprek dan Sate Taichan sekaligus.
“Jadi 8 outlet itu dipecah menjadi 10 investor. Kalau belum sampai 10 investor, misalnya baru 5 investor yang masuk, maka sisanya akan ditutupi dulu oleh MBK. Jadi sistemnya kayak kita tanam saham,” katanya.
Adapun sistem kerjasamanya sendiri adalah sistem bagi hasil. Dimana 60 persen untuk investor dan 40 persennya untuk manajemen. Dalam waktu 1,5 tahun, para investor sudah bisa balik modal.
Saat ini, Ayam Bukan Geprek sendiri telah memiliki 8 outlet yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta, Depok dan juga Tangerang. [ded]


