Melirik Potensi Laba Kemitraan Cobek Panas Pak Brintik
Bisnis kuliner asal Solo yang bernaung di bawah Sinar Boga ini mulai menawarkan kemitraan dengan membuka nilai investasi sekitar Rp250 jutaan.
“Syarat kemitraan sebenarnya pada umumnya seperti yang lain. Tidak terlalu spesifik, siapapun oke dan lokasi dimana pun juga bisa. Jadi kita tidak menetapkan lokasi yang potensial seperti apa, karena segmen pasar kita itu luas banget,” ujar Operation Manager Cobek Panas Pak Brintik, Iwan pada wartawan Franchiseglobal.com baru-baru ini di Jakarta.
Perkiraan omsetnya sendiri, kata Iwan, ada di angka Rp200 jutaan per bulan dengan net profit margin antara 23 persen sampai 25 persen.
“Sementara kalau perkiraan balik modalnya 20 bulan dan kita juga kenakan royalty fee 5 persen dari omset,” katanya.
Saat ini Cobek Panas Pak Brintik baru memiliki satu cabang, yaitu di Solo. Sampai akhir tahun ini, Iwan menargetkan bisa membuka sampai 5 cabang lagi.
“Sebenarnya kita sudah ada 2 cabang lagi di Klaten sama di Surabaya. Cuma saat ini sedang dalam tahap pembangunan,” tambahnya.
Sekedar informasi, Cobek Panas Pak Brintik sendiri menawarkan beragam pilihan menu makanan seperti seafood, ayam, cobek panas, cobek tahu, cobek tempe dan juga sayur-sayuran. Sementara untuk harganya sendiri mulai dari Rp30 ribuan. [ded]

