Melahap Nikmatnya Bisnis Waralaba Pringsewu Resto
Salah satu pemain kuliner yang sudah cukup lama adalah Pringsewu Resto Group. Berdiri sejak tahun 1987 silam, Pringsewu tetap eksis sampai sekarang.
Direktur Marketing Pringsewu, Arianto Wahyu Handoko mengatakan bahwa Pringsewu akan tetap terus memperkenalkan diri di masyarakat, serta akan terus mencari mitra-mitra baru untuk mengembangkan jaringan bisnis kuliner ini hingga ke seluruh Indonesia.
“Disini (Dipameran IFRA 2018-red) kita dipertemukan dengan pihak yang mempunyai modal dan ingin mengembangkan modalnya tapi mereka kekurangan ide. Minimal dengan orang makin kenal dengan Pringsewu sehingga kami bisa terus mengembangkan investor-investor baru,” terang Arianto saat ditemui wartawan Franchiseglobal.com di pameran industri waralaba IFRA 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2018) lalu.
Untuk bisa bergabung dengan jaringan bisnis Pringsewu Group, ada dua konsep yang ditawarkan yaitu franchise murni dan juga kemitraan dengan masing-masing nilai investasi sebesar Rp1,5 miliar dengan kapasitas 100 kursi.
“Nilai investasi sama, Cuma yang membedakan sistem pengelolaannya saja,” katanya.
Adapun nilai investasi tersebut sudah termasuk semua yang dibutuhkan seperti setting ruangan dan juga setting peralatan.
“Kalau dari investor tidak punya karyawan, nanti kita bantu recruitment dan kita latih sampai siap operasional,” kata Arianto.
Menurut Arianto, dengan nilai investasi tersebut, calon mitra bisa balik modal dengan kisaran waktu selama 30 bulan sampai 40 bulan atau 2,5 tahun sampai 3,5 tahun.
“Tapi tergantung dari lokasinya juga sih,” katanya.
Saat ini Pringsewu telah memiliki sekitar 21 cabang yang dimana semuanya masih berada di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Arianto berharap jaringan Pringsewu bisa meluas hingga ke luar Jawa bahkan sampai ke luar Indonesia. [ded]


