Liberty Society dan Kedutaan Besar Belanda Pertegas Komitmen pada Praktik Bisnis Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular
INFO OPPORTUNITY.ID-Komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular kembali ditegaskan oleh Liberty Society bersama Kedutaan Besar Kerajaan Belanda melalui serangkaian inisiatif kolaboratif yang menghadirkan inspirasi baru bagi pelaku UMKM dan komunitas penggerak lingkungan. Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini sukses mempertemukan ratusan peserta dari kalangan UMKM, komunitas, hingga organisasi lingkungan untuk memperkuat ekosistem bisnis yang lebih hijau, inklusif, dan berdampak jangka panjang.
Gerakan Dimulai dari Kampanye Digital: SMEs Circular Business Video Challenge
Rangkaian acara diawali dengan kampanye digital SMEs Circular Business Video Challenge, sebuah platform bagi brand-brand berkelanjutan untuk menampilkan inovasi sekaligus menyoroti dampak sosial dan lingkungan dari usaha mereka.
“Melalui SMEs Circular Business Video Challenge, para pelaku usaha kecil menampilkan praktik bisnis sirkular dan berkelanjutan mereka. Semoga video singkat ini tak hanya memperkenalkan bisnis mereka, tapi juga menginspirasi UMKM lain. Kedutaan Besar Belanda di Jakarta sepenuhnya mendukung pertumbuhan UMKM yang berdampak,” ujar Thorsten Roobeek, Head of Climate and Energy.
Sustainability Talk: Mengubah Ide Menjadi Dampak Nyata
Acara utama digelar di Erasmus Huis, dibuka dengan Sustainability Talk bertajuk “From Ideas to Impact: How SMEs Embrace Circular Shift”. Sesi ini menggali bagaimana ide circularity dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata untuk UMKM, sekaligus menegaskan peran penting pelaku usaha kecil dan menengah dalam mendorong masa depan berkelanjutan.
Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara lintas sektor:
-
Dr. Lyta Permatasari, S.Kom., M.Si (Community Empowerment Analyst, KLHK)
-
Dwi Riyan (Program Lead, Enviu Indonesia)
-
Angeline Callista (CEO & Co-Founder, Sirsak)
Para narasumber menegaskan bahwa model bisnis sirkular tidak hanya memungkinkan diterapkan oleh UMKM, tetapi juga mampu menciptakan green jobs dan solusi konkret bagi persoalan lingkungan.
Mengapresiasi Inovator Sirkular: Award SMEs Video Challenge
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan Award Ceremony SMEs Video Challenge, yang memberikan penghargaan kepada tiga pemenang inspiratif: Umah Pupa, Great and Green, dan Goalma. Ketiganya tampil menonjol karena kontribusi signifikan terhadap lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
Umah Pupa – Bali
Social enterprise yang mengolah sampah organik menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF). Sepanjang 2025, Umah Pupa telah:
-
mereduksi 200 ton sampah organik,
-
memproduksi 59 ton pakan alternatif dan pupuk organik,
-
memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada 350 anak.
Great and Green – Yogyakarta
Menggerakkan komunitas Kelurahan Warungboto dalam ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah organik, budidaya maggot BSF, dan urban farming. Program ini telah:
-
mengolah 30,9 ton sampah,
-
melibatkan 102 warga (65% perempuan),
-
memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengolahan sampah dan pertanian kota.
Goalma – Fashion Regeneratif
Menawarkan solusi ramah lingkungan di sektor fesyen melalui pewarna alami dari gulma dan prinsip slow fashion. Dampak yang dicapai:
-
mengurangi emisi karbon hingga 40%,
-
menghemat 3,6–5 kg kain,
-
mencegah 4 kg limbah tekstil,
-
menghemat 5 liter air per produk,
-
menekan konsumsi air hingga 500 liter per batch produksi melalui teknologi filtrasi.
Swap Market & Circular Market: Mendorong Budaya Reuse
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Swap Market dan Circular Market. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan lebih dari 340 barang ditukar dalam program reuse di Swap Market. Sementara Circular Market menampilkan berbagai brand ramah lingkungan dan UMKM peserta Video Challenge, memperkuat jaringan dan kolaborasi bisnis sirkular di Indonesia.
Kolaborasi Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Melalui kampanye ini, Liberty Society bersama Kedutaan Besar Kerajaan Belanda berupaya menumbuhkan inspirasi sekaligus mendorong lebih banyak UMKM untuk menerapkan model bisnis sirkular yang inklusif, regeneratif, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa transisi menuju ekonomi sirkular bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata menuju masa depan yang lebih hijau dan berdaya.


