Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan Serta Pengembangan Fasilitas
Proyeksi tahun ini, dari tren yang ada saat ini adalah basis pengiriman barang yang langsung ke konsumen atau (C to C) yang meningkat. Oleh karena itu, JNE akan terus mengembangkan berbagai hal yang dapat memenuhi kebutuhan pengiriman customer.
Eri Palgunadi VP of Marketing JNE mengungkapkan sektor logistik akan terus tumbuh, faktor yang menunjang pertumbuhan bisnis logistik yaitu seiring dengan perkembangan e-commerce yang begitu cepat dan pertumbuhan UMKM, sehingga kebutuhan akan pengiriman barang ikut merasakan peningkatan yang signifikan.
Ia menambahkan seiring dengan perkembangan e-commerce yang begitu cepat, maka kebutuhan akan pengiriman barang ikut merasakan pertumbuhan dan peningkatan yang signifikan sehingga banyak pemain baru yang bermunculan baik perusahaan ekspedisi domestik dan perusahaan luar negeri ikut berinvestaasi untuk berkompetisi mendapatkan marketshare logistik.
Hingga saat ini JNE telah memiliki Lebih dari 8.000 titik layanan atau jaringan di seluruh Indonesia. Untuk investasi kemitraan besaran investasi ditentukan dari oleh masing-masing Cabang Utama.
Dalam menghadapi pandemi selama 2 tahun terakhir, JNE memaksimalkan booking space SMU (surat muatan udara) penggunaan moda transportasi udara, darat, mau pun laut, baik menggunakan armada milik JNE sendiri yang kini telah berjumlah lebih dari 11 ribu unit.
JNE juga mengembangkan sektor teknologi dan informasi sehingga pelanggan dapat mengetahui keberadaan paket dan estimasi waktu serta lokasi titik layanan dengan mobile apps MyJNE atau melalui website JNE.
“Secara nasional peningkatan jumlah mitra sekitar 10%-15% dari jumlah mitra atau titik layanan keseluruhan yang ada saat ini,” terang Eri.

