Kisah inspiratif Founder Kopi Kapal Api, Berawal dari Bisnis Rumahan Hingga Big Company
PT Kapal Api Global Soedomo dimiliki oleh pria sukses bernama Soedomo Mergonoto. Awalnya perusahaan ini berasal dari usaha rumahan yang dijalankan Soedomo Mergonoto. Soedomo menjalankan usahanya di rumah milik orangtua nya yaitu Go Soe Loet dan Poo Guan Cuan.
Nama besar Kapal Api itu melalui banyak perjalanan panjang dan kisah pahit yang dialami Soedomo Mergonto.
Awalnya yang merintis usaha kopi adalah Go Soet Loet bersama kedua saudaranya. Mereka memasarkan kopi bubuk yang diberi nama “Hap Hoo Tjan”. Go Soet Loet juga memulai usaha warung kopinya di kawasan Pecinan, Surabaya.
Tidak semudah yang dibayangkan, Go Soet Loet memulai dengan berkeliling dan memanggul dagangannya berkeliling kampong. Begitulah kerja keras Go Soet Loet untuk mendapatkan pelanggan yang memang tidak mudah.
Selanjutnya, Soedomo yang juga tipe orang pekerja keras turut memulai karirnya di bangku sekolah dengan bekerja di perusaahn vulkanisir ban. Tugas Soedomo saat itu adalah mengerok ban-ban bekas dan untuk menambah penghasilannya lagi, Soedomo juga pernah menjadi kernet bemo.
Setelah setahun menggeluti pekerjaan tersebut, barulah tahun 1967 Soedomo diminta untuk membantu usaha kopi milik ayahnya. Soedomo bertugas sebagai penjual kopi saat itu. Bermodalkan sepeda ontel Soedomo berkeliling kampong hingga ke pelabuhan Tanjung Perak untuk menjajakan kopinya.
Memasuki tahun 1975, ayahnya berhasil membangun pabrik untuk usaha kopi miliknya. Pabrik tersebut berada di lokasi Sepanjang, Sidoarjo. Kopi yang mereka produksi diberi nama Kapal Api.
Asal muasal nama Kapal Api sendiri diberikan oleh ayah Soedomo (Go Soe Loet) karena dulu, tepatnya pada tahun 20-an, Go Soe Loet dan dua saudaranya pernah menaiki kapal api ke Hindia Belanda saat berlayar ke Indonesia. Dari logonya, kamu dapat melihat kapal di kemasan kopi. Hal itu memiliki arti, yaitu sebagai harapan baru, semangat juang dan teknologi.
Pencapaian itu membuat Kapal Api, mulai diiklankan di iklan TV nasional. Dengan menggaet bintang iklan srimulat, Paimo. Pada kala itu mulai tersebar jargon yang hingga saat ini masih sering kita dengar dengan sebut ‘Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak’. Berkat suara Paimo yang khas membuat omzet Kapal Api naik drastis.
Kisah sukses Bos Kapal Api ini memang tidak selalu berjalan mulu. Kala itu Soedomo sempat dituding memiliki sifat 'arek sempel' atau kegilaan seseorang oleh tetangganya. Sampai-sampai dikatakan ia dapat menyebabkan bisnis usaha ini bangkrut. Tapi, hal itu tidak serta-merta membuat Soedomo goyah, ia tetap melanjutkan pekerjaannya dan berusaha tak memperdulikan perkataan itu.
Soedomo mengungkapkan bahwasanya ia sengaja mendatangkan mesin roasting kopi dari Jerman. Karena kelebihan yang dimiliki, selain efisien, mesin buatan Jerman ini juga hemat dalam penggunaannya. Menurutnya, itu banyak mendatangkan keuntungan salah satunya adalah peningkatan kapasitas produksi. Selain keuntungan dalam produksi, ia yakin, investasi di mesin roasting ini dapat segera kembali modal.
Kala itu, ia sempat mendapatkan tawaran dari pemerintah perihal ajakan kepada Kapal Api untuk memiliki kebun sendiri. Ajakan itu merupakan bentuk fasilitas pendanaan melalui Bank Bumi Daya dari pemerintah.
Namun karena ia tidak memiliki kemampuan berkebun, ia memutuskan untuk menyusuri berbagai negara untuk melakukan studi banding. Saat itu Belanda adalah negara yang ia kunjungi. Hal itu ia dapati karena sebelumnya, ia sempat mendapati catatan-catatan tentang perkebunan kopi yang mana banyak pelajaran dari Belanda.
Selama melakukan studi banding ia mendapatkan banyak catatan penting perkebunan kopi. Tentang sejarah tahun dibangunnya, pemilik, juga kapasitas produksinya, hingga biaya pajak yang dikeluarkan. Mulai dari sanalah ia memutuskan untuk pergi ke Toraja, Sulsel, yang mana sejak dulu terkenal dengan kopinya.
Dalam usaha pasti ada masa dimana jatuh bangun serta konflik, apalagi usaha kopi ini merupakan rintisan dari Go Soe Loet ( Ayah Soedomo) dan 2 saudaranya. Perbedaan pendapat memicu konflik dari usaha ini. Sampai ketika Kopi Hap Hoo Tjan terpaksa harus tutup dan asetnya dibagi kepada ketiga bersaudara itu.
Dari pembagian aset itu Ayah Soedomo mendapat pabrik penggorengan kopi. Dan memutuskan untuk tetap melanjutkan usaha kopinya.
Dengan menggunakan aset milik ayahnya, pada 1979 Soedomo mulai merintis bisnis kopi yang hingga sekarang dikenal dengan Kapal Api. Dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan Perseroan Terbatas yang diberi nama PT Santos Jaya Abadi.
Kisah yang sangat menginspirasi dari perjalanan yang panjang seorang Bos Kapal Api. Bahkan hingga saat ini, kopi Kapal Api menjadi produk kopi yang banyak dikonsumsi masyarakat di tanah air. Berkat produknya tersebut, Soedomo Mergonoto kini dikenal sebagai seorang bos perusahaan kopi legendaris atau CEO dari PT Kapal Api Global, yang produknya dapat ditemui di mana-mana, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.
Kisah bos Kapal Api yang sangat menginspirasi hingga banyak membuka lapangan pekerjaan mampu mempekerjakan lebih dari 10 ribu karyawan yang tersebar di seluruh wilayah di tanah air.


