Kementerian Pertanian dan Starbucks Teken MoU Program TEKAD untuk Tingkatkan Daya Saing Kopi Indonesia
INFO OPPORTUNITY.ID-Kementerian Pertanian RI bersama Starbucks Coffee Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Program TEKAD—akronim dari Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, dan Dana—sebuah inisiatif strategis yang bertujuan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing kopi Indonesia di pasar domestik maupun global.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting bagi pembangunan ekosistem kopi nasional yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui program TEKAD, pemerintah dan Starbucks akan berkolaborasi dalam memperkuat kapasitas petani kopi, meningkatkan mutu produk, mendorong akses pasar premium, hingga membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan.
Starbucks Perkuat Komitmen untuk Petani Kopi Indonesia
Presiden Starbucks Asia Pasifik, Chanda Beppu, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan tonggak sejarah dalam hubungan jangka panjang Starbucks dengan petani kopi Indonesia.
“Setelah lebih dari lima dekade membeli kopi arabika dari kepulauan tercinta ini, MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang kami dengan komunitas petani kopi Indonesia,” ujar Chanda.
Starbucks, yang merupakan pembeli kopi arabika premium Indonesia terbesar, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para petani yang menghasilkan berbagai campuran (blend) dan kopi single-origin yang disajikan di lebih dari 80 negara.
Country Manager Starbucks Farmer Support Center Indonesia, Masyitah Daud, menambahkan bahwa dalam program TEKAD, Starbucks akan berperan sebagai mitra pendampingan dari hulu hingga hilir.
Pendampingan, Bibit Unggul, dan Peningkatan Kapasitas Petani
Starbucks menyiapkan rangkaian dukungan berkelanjutan dalam program TEKAD, di antaranya:
-
Pelatihan Training of Trainer (ToT) bagi 200 agronomis kopi, termasuk co-farmers.
Setiap agronomis akan mendampingi rata-rata 75 petani per tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya serta pemasaran. -
Donasi bibit unggul kopi arabika untuk peningkatan produktivitas kebun.
-
Penyediaan pembasmi hama organik sebagai dukungan terhadap pertanian ramah lingkungan.
Saat ini, Starbucks Indonesia telah bermitra dengan 60 ribu petani kopi melalui pemasok resmi yang telah terverifikasi menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) coffee. Namun, program TEKAD dibuka secara luas untuk seluruh petani kopi Indonesia yang ingin bergabung.
“Selain 60 ribu yang sudah menjadi mitra kami, petani lain yang ingin bergabung dapat mengakses program ini melalui Starbucks Farmers Support Center,” jelas Masyitah.
Kementerian Pertanian: Momentum Penting bagi Kopi Nasional
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyebut kerja sama ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sektor kopi nasional.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kopi nasional, meningkatkan kualitas produksi, keberlanjutan usaha perkebunan kopi rakyat, serta penguatan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Ini juga langkah penting mendorong daya saing kopi Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Pemerintah berharap terjalinnya koneksi yang lebih kuat antara petani, lembaga riset, industri, dan mitra global dapat mendorong rantai pasok kopi yang:
-
lebih transparan,
-
inklusif, dan
-
berstandar keberlanjutan.
Selain itu, kemitraan semacam ini diharapkan mendorong regenerasi pekebun muda yang akan menjadi penggerak masa depan industri kopi Indonesia.
ABT Kopi 2025–2027: 99 Ribu Hektare Pengembangan dan Rp1,23 Triliun Anggaran
Sebagai bagian dari strategi besar penguatan sektor kopi, Ditjen Perkebunan juga telah merancang Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kopi 2025–2027 yang mencakup:
-
Pengembangan kawasan kopi seluas 99.000 hektare,
-
Total anggaran Rp1,23 triliun.
Rinciannya:
-
Tahun 2025: 13.500 hektare dengan anggaran Rp141,12 miliar
-
Tahun 2026: 86.000 hektare dengan anggaran Rp142,42 miliar
-
Pengadaan 86 juta batang bibit kopi unggul: Rp950,62 miliar
Program revitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan ketahanan sektor kopi nasional secara menyeluruh.
Penandatanganan MoU Program TEKAD antara Kementerian Pertanian dan Starbucks menjadi langkah strategis untuk memajukan industri kopi Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas petani, dan dukungan teknologi serta pasar global, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi arabika berkualitas terbaik di dunia.


