Kemenag Gandeng Penerbit Mesir, Perkuat Diplomasi Al-Quran di Ajang CIBF 2026
INFO OPPORTUNITY.ID-Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperluas peran globalnya dalam bidang literasi keislaman. Kali ini, langkah strategis diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026.
Kerja sama ini dipandang sebagai bagian penting dari diplomasi Al-Qur’an Indonesia di tingkat internasional, sekaligus penguatan jejaring literasi Islam yang lebih luas.
Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Ismail Nur, menjelaskan bahwa dalam forum buku berskala dunia tersebut, UPQ menjalin kemitraan dengan empat lembaga asal Mesir. Keempat mitra itu adalah United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy.com (Arabic–English Editions), Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.
“Substansi kerja samanya mencakup percetakan, penerbitan, dan distribusi mushaf Al-Qur’an, sekaligus penguatan literasi serta pemikiran keislaman,” ujar Ismail.
Tak Sekadar Produksi Mushaf
Menurut Ismail, kolaborasi ini tidak berhenti pada aspek teknis produksi mushaf. Lebih dari itu, kerja sama diarahkan untuk membangun kemitraan internasional dalam penyebarluasan literasi Al-Qur’an, pengembangan pendidikan keagamaan, serta penguatan wacana Islam moderat.
Melalui sinergi tersebut, Indonesia ingin memperluas akses masyarakat Mesir dan kawasan sekitarnya terhadap mushaf Al-Qur’an produksi Indonesia yang dikenal berkualitas, sahih, dan telah melalui proses verifikasi ketat.
“Kami juga ingin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi Al-Qur’an dunia,” kata Ismail.
Ruang Dialog Peradaban
MoU ini juga membuka peluang penyelenggaraan berbagai agenda bersama, seperti pameran buku dan mushaf Al-Qur’an, seminar internasional, serta forum ilmiah lintas negara. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, keahlian, dan pengalaman dalam pengembangan literasi keislaman global.
Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Kairo pada 29 Januari 2026. Perjanjian ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak.
Perkuat Posisi Indonesia
Ismail menilai MoU ini sebagai tonggak penting bagi UPQ dan Indonesia. Selain memperkuat kerja sama di kawasan Timur Tengah, langkah tersebut juga mempertegas reputasi Indonesia sebagai pusat percetakan Al-Qur’an yang profesional dan berstandar internasional.
Kerja sama ini sekaligus membuka jalur distribusi resmi mushaf Al-Qur’an Indonesia di Mesir secara berkelanjutan. Dari sana, diharapkan lahir kolaborasi lanjutan dalam bentuk program bersama, partisipasi di pameran internasional, hingga pertukaran keahlian di bidang percetakan mushaf.
Ke depan, UPQ menargetkan implementasi nyata dari kesepakatan ini melalui program penerbitan dan distribusi Al-Qur’an yang berkesinambungan. Tujuan besarnya adalah membangun ekosistem kemitraan jangka panjang dengan lembaga-lembaga di Mesir, sekaligus memperluas jejaring ke Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa.
Ismail juga menegaskan komitmen UPQ untuk terus menjadi rujukan internasional dalam tata kelola percetakan dan distribusi mushaf yang akuntabel, profesional, dan berintegritas, sembari memperkuat kontribusi Indonesia dalam literasi keislaman, kebudayaan, dan pengembangan pemikiran Islam moderat di tingkat global.


