Kehilangan Barang Berharga, Muhammad Arbani Hadirkan Aplikasi Bantu Cari
INFO OPPORTUNITY.ID-Kehilangan barang berharga kerap meninggalkan luka emosional yang tak kalah menyakitkan dibanding kerugian materi. Di balik sebuah barang atau makhluk kesayangan, tersimpan kenangan dan ikatan yang sulit tergantikan. Perasaan inilah yang melatarbelakangi Muhammad Arbani menghadirkan sebuah solusi digital bernama Aplikasi Bantu Cari, yang dijadwalkan resmi meluncur pada awal 2026.
Bantu Cari dirancang sebagai platform pencarian terpadu untuk barang, hewan, hingga orang hilang dengan mengandalkan kekuatan komunitas dan konektivitas digital. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat saling terhubung dalam satu ekosistem pencarian yang kolaboratif dan interaktif.
Arbani mengungkapkan bahwa gagasan membangun Bantu Cari berawal dari pengalaman pribadinya saat kehilangan kucing kesayangan yang telah lama ia rawat. Peristiwa tersebut membuatnya menyadari betapa rumit dan melelahkannya proses pencarian di tengah padatnya kehidupan perkotaan.
“Mencari barang atau hewan yang hilang di kota besar bukan hal mudah. Dibutuhkan jaringan luas, kepedulian bersama, dan sistem yang mampu menggerakkan partisipasi publik,” ujar Arbani, pria kelahiran 13 Oktober 1996, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, rasa kehilangan yang mendalam menjadi pemicu lahirnya ide untuk menciptakan platform yang tidak hanya mengandalkan laporan sepihak, tetapi juga mendorong interaksi langsung antarwarga. “Dari pengalaman itu, saya sadar banyak orang lain yang menghadapi situasi serupa. Bantu Cari mencoba menyatukan konektivitas digital, semangat gotong royong, serta insentif ekonomi dalam satu aplikasi,” jelasnya.
Menariknya, Arbani bukan berasal dari latar belakang teknologi maupun dunia startup. Ia memiliki basis pendidikan hukum dan meraih gelar Master of Laws (LL.M) dari Leeds Beckett University, Inggris, pada 2023.
“Walaupun bukan dari dunia teknologi, tujuan saya sederhana, yaitu membantu masyarakat agar lebih mudah menemukan kembali barang atau makhluk kesayangannya yang hilang,” tuturnya.
Bantu Cari diklaim sebagai aplikasi lost and found pertama di Indonesia yang mempertemukan pencari dan penemu secara langsung dalam satu platform digital. Berbeda dengan sistem pelaporan konvensional, aplikasi ini memungkinkan komunikasi dua arah, sehingga proses pencarian menjadi lebih cepat dan transparan.
Tak hanya itu, pencari juga dapat memberikan imbalan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak yang berhasil membantu menemukan. “Di Bantu Cari, pencari dan penemu berada dalam satu ekosistem. Mereka dapat berinteraksi langsung tanpa perantara,” kata Arbani.
Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, Bantu Cari turut mengadopsi konsep gamifikasi yang mendorong partisipasi aktif sekaligus menumbuhkan kembali nilai gotong royong di era digital. Dengan pendekatan berbasis komunitas, teknologi modern, dan ekosistem terintegrasi, aplikasi ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menangani berbagai kasus kehilangan di Indonesia.
Ke depan, Arbani menargetkan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan. Sinergi lintas sektor tersebut diyakini mampu mempercepat proses pencarian serta meningkatkan tingkat keberhasilan penemuan.


