IWAPI Rayakan HUT ke-51, Dorong Transformasi Digital Pengusaha Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
INFO OPPORTUNITY.ID-Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) memasuki usia ke-51 tahun dengan semangat baru untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian nasional. Mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045,” perayaan ulang tahun kali ini menjadi momentum refleksi sekaligus langkah strategis menghadapi era ekonomi digital.
Acara peringatan HUT ke-51 IWAPI digelar di Nusantara Room Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Selasa (10/2/2026). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi perempuan pengusaha dan pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, menegaskan bahwa isu digitalisasi masih menjadi tantangan utama bagi perempuan pengusaha di berbagai daerah. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelaku usaha perempuan mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“Digitalisasi menjadi tantangan yang harus dijawab bersama. Di usia IWAPI yang ke-51, kami terus mendorong perempuan pengusaha untuk berani bertransformasi dan memanfaatkan teknologi,” ujar Nita.
Ia menilai, di tengah dukungan kebijakan pemerintah yang semakin terbuka, peluang untuk naik kelas sebenarnya semakin besar. Salah satu instrumen penting yang bisa dimanfaatkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaru yang dirancang untuk mempermudah akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan.
Program tersebut, lanjutnya, menjadi pintu masuk bagi pengusaha perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menembus pasar global. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih mudah diakses, pelaku usaha perempuan diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing secara internasional.
Namun demikian, Nita menekankan bahwa transformasi digital tidak akan optimal tanpa dukungan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun fondasi ekonomi perempuan yang kuat.
“Kalau ingin benar-benar naik kelas, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor adalah keharusan agar ekosistemnya terbentuk dan saling menguatkan,” jelasnya.
Selain pembiayaan, aspek legalitas usaha juga menjadi perhatian IWAPI. Organisasi ini sebelumnya berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan Nomor Induk Berusaha (NIB) ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Barat, hingga Jawa Timur.
Dengan adanya pembaruan regulasi terkait perizinan usaha, IWAPI kembali mendorong sosialisasi yang masif agar para pengusaha perempuan semakin tertib administrasi dan terlindungi secara hukum. Legalitas yang kuat diyakini akan membuka akses lebih luas terhadap pembiayaan, kemitraan, hingga peluang ekspor.
Tak kalah penting, IWAPI juga mengingatkan perlunya perlindungan tenaga kerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari profesionalisasi usaha agar bisnis yang dijalankan perempuan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki sistem manajemen yang lebih baik.
Memasuki era industri 4.0, IWAPI telah membentuk IWAPI Digital sebagai wadah percepatan transformasi teknologi di kalangan anggotanya. Program ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan organisasi berbasis digital, pengembangan marketplace, penyediaan edukasi daring, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung UMKM.
Melalui pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan dari daerah ke daerah, IWAPI ingin memastikan tidak ada perempuan pengusaha yang tertinggal dalam arus digitalisasi. Prinsip no one left behind menjadi komitmen bersama agar transformasi ekonomi perempuan berlangsung merata dan inklusif.
Di usia lebih dari setengah abad, IWAPI tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga mempertegas peran strategis perempuan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan fondasi digital yang kuat dan sinergi lintas sektor yang solid, perempuan pengusaha Indonesia diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing global.


