Gundam Dua Meter dari Kertas Curi Perhatian di Inacraft 2026

INFO OPPORTUNITY.ID-Area Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC) Senayan tampak lebih hidup dari biasanya pada hari pertama The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, Rabu pekan lalu. Deretan booth dipadati pengunjung yang berburu produk kriya, suvenir unik, hingga karya seni kreatif dari berbagai penjuru Indonesia. Namun di antara ragam kerajinan itu, ada satu objek yang sukses membuat orang berhenti melangkah: sosok robot Gundam setinggi hampir dua meter.

Bukan patung plastik atau fiberglass, figur ikonik asal Jepang itu ternyata tersusun dari lembaran kertas yang dirakit dengan detail presisi. Tak heran, banyak pengunjung—terutama generasi 1980–1990-an—langsung mengantre untuk berfoto setelah berbelanja. Gundam tersebut menjadi “magnet visual” yang efektif menarik arus pengunjung ke booth Ichinogami Papercraft Expert.

Dari Hobi Komunitas Jadi Bisnis

Ichinogami Papercraft Expert digagas pasangan suami istri, Rauf Raphanus dan Putri Ayu Pratami, yang mengembangkan usaha ini sejak 2022. Cikal bakalnya berasal dari komunitas pecinta kerajinan kertas bernama Perikertas. Dari sekadar berbagi minat, lahir ide untuk menjadikan papercraft sebagai produk bernilai ekonomi.

IBOS Expo 2026

Manajemen Ichinogami, Ferry, menjelaskan bahwa nama “Ichinogami” berakar dari bahasa Jepang: ichi (satu), no (penghubung), dan gami (kertas). Maknanya merujuk pada kesatuan dalam merakit kertas menjadi bentuk utuh.

Produk Bertingkat, Ada Nilai Edukasi

Ichinogami membagi produknya ke tiga kategori: pemula, menengah, dan lanjutan. Untuk level pemula, desain dirancang ramah anak karena tidak membutuhkan gunting. Anak cukup melipat dan merekatkan bagian sesuai nomor pola. Di tingkat menengah dan lanjutan, detail semakin kompleks dan membutuhkan proses pengguntingan presisi.

Bagi Ichinogami, papercraft bukan sekadar mainan. Aktivitas merakit dinilai membantu melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi, sekaligus merangsang kreativitas anak. Mereka juga membawa pesan sosial: mendorong anak mengurangi waktu layar gawai dan lebih aktif secara manual.

IBOS Expo 2026

Konsep ini kerap dibawa ke berbagai lokakarya, termasuk kolaborasi dengan Gaikindo Jakarta Auto Week, yang dirancang untuk mempererat interaksi orang tua dan anak melalui kegiatan merakit dan mewarnai bersama.

Strategi B2C dan B2B

Di pasar konsumen langsung (B2C), target utama Ichinogami adalah anak-anak dan keluarga. Namun dari sisi kontribusi pendapatan, segmen bisnis ke bisnis (B2B) justru menjadi penopang terbesar. Alasannya sederhana: volume pesanan besar, bisa mencapai ribuan unit per proyek.

Sejumlah kolaborasi B2B yang telah dijalankan antara lain pembuatan model bus dan halte Transjakarta, papercraft karakter dongeng untuk Taman Mini Indonesia Indah, hingga produk bertema karakter Smurf dalam rangka peluncuran film di Indonesia.

IBOS Expo 2026

Menurut Ferry, keterbatasan hak kekayaan intelektual (IP) membuat mereka lebih selektif dalam mengembangkan karakter, sehingga kemitraan dengan pemegang lisensi resmi menjadi strategi utama.

Bahan Ramah Lingkungan dan Standar SNI

Seluruh produk Ichinogami menggunakan kertas art carton 210 gram yang telah memenuhi standar SNI dan lebih ramah lingkungan. Material ini cukup tebal serta tahan terhadap percikan air ringan, sehingga hasil rakitan lebih kokoh.

Dalam satu siklus produksi, Ichinogami bisa mencetak sekitar 1.000 lembar pola papercraft, dan proses tersebut dapat diulang dua hingga tiga kali tergantung ketersediaan stok.

IBOS Expo 2026

Edukasi Pasar dan Penjualan Offline Dominan

Karena papercraft belum menjadi arus utama di Indonesia, Ichinogami aktif melakukan edukasi pasar lewat workshop di sekolah maupun acara perusahaan seperti family gathering. Dari sisi digital, media sosial dimanfaatkan untuk membangun awareness, ditambah kolaborasi dengan pusat belanja dan tempat hiburan anak.

Untuk kanal penjualan, gerai offline masih mendominasi, menyumbang sekitar 80–90% dari total penjualan. Produk Ichinogami dapat ditemukan di sejumlah lokasi strategis seperti Taman Mini Indonesia Indah, Alun-Alun Grand Indonesia, Sarinah, Stasiun KCIC Halim, serta area wisata Ancol (Dufan, Sea World, dan Samudera). Gerai di TMII dan Ancol tercatat sebagai penyumbang penjualan tertinggi berkat karakter pengunjung yang memang mencari suvenir unik.

Bidik Pasar Ekspor

Ke depan, Ichinogami menyiapkan langkah lebih besar: ekspor. Mereka sebenarnya sudah menjajaki pameran di Belanda, Rusia, dan Jepang. Respons pasar dinilai positif, namun ekspor berkelanjutan masih memerlukan kesiapan distribusi dan sistem pengiriman.

IBOS Expo 2026

Untuk tahap awal, perusahaan membidik negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sebagai pintu masuk pasar internasional. Dengan konsep kreatif, nilai edukasi, dan diferensiasi produk, papercraft karya anak bangsa ini berpeluang menjadi suvenir khas Indonesia di pasar global.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: