Gen Z Bikin Cara Ngopi Berubah, Bisnis Kafe Perlu Adaptasi

INFO OPPORTUNITY.ID-Tren minum kopi di kalangan anak muda mengalami pergeseran signifikan. Generasi Z kini tak lagi menjadikan kopi sebagai rutinitas harian, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup yang fleksibel dan sesuai suasana. Survei terbaru yang dilakukan Jakpat terhadap 1.155 responden Gen Z menunjukkan bahwa hanya 16 persen yang minum kopi lebih dari sekali dalam sehari. Sebaliknya, sebanyak 31 persen hanya minum kopi satu hingga dua kali dalam seminggu, dan 22 persen bahkan tidak mengonsumsi kopi sama sekali.

Temuan ini sejalan dengan data dari GoodStats 2023 yang mengungkapkan bahwa hanya 10 persen Gen Z yang rutin minum dua hingga tiga cangkir kopi per hari. Angka ini jauh di bawah kelompok milenial yang berada di angka 22 persen, serta Gen X yang mencapai 37 persen.

Kendati konsumsi hariannya lebih rendah, Gen Z tetap menjadi pasar potensial dengan preferensi yang unik. Sebanyak 57 persen dari mereka menyukai kopi instan beraroma, diikuti 38 persen yang memilih kopi instan murni. Sementara itu, 35 persen masih membeli kopi dari kedai atau kafe, dan 20 persen memilih kopi keliling atau yang dikenal dengan istilah Starling.

IBOS Expo 2026

Waktu ngopi yang dipilih pun menunjukkan pergeseran. Sebanyak 33 persen responden Gen Z mengaku lebih suka minum kopi pada malam hari, antara pukul 18.00 hingga 21.00. Sementara itu, hanya 26 persen yang memilih ngopi pada pagi hari. Dari sisi harga, mayoritas responden menginginkan kopi yang ramah di kantong. Sekitar 48 persen hanya bersedia membayar di bawah Rp10.000 untuk secangkir kopi, 30 persen berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp25.000, dan hanya 5 persen yang rela membayar lebih dari Rp50.000.

Perubahan perilaku ini menjadi catatan penting bagi pelaku bisnis kafe. Untuk bisa menjangkau Gen Z, mereka perlu menyesuaikan strategi—mulai dari menyediakan menu kopi dengan harga terjangkau hingga memperpanjang jam operasional di malam hari. Tidak hanya itu, kafe juga perlu menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar minum kopi, seperti menghadirkan acara musik, workshop, atau ruang kreatif yang dapat menarik perhatian.

Pelaku usaha juga disarankan untuk menyediakan varian produk yang dapat dibawa pulang atau dikonsumsi secara instan, seperti kopi botolan atau kopi instan versi kafe. Strategi pemasaran digital menjadi kunci, mengingat Gen Z aktif di media sosial. Kafe yang mampu menghadirkan konten kreatif, berkolaborasi dengan influencer, dan membangun interaksi yang relevan, memiliki peluang lebih besar untuk menarik konsumen muda ini.

IBOS Expo 2026

Pada akhirnya, ngopi bagi Gen Z bukan lagi soal rutinitas, melainkan bagian dari identitas, ekspresi diri, dan pencarian suasana yang mendukung aktivitas mereka. Kafe yang mampu memahami karakter ini dan beradaptasi dengan cepat akan tetap relevan dan kompetitif di tengah pasar yang terus berubah.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: