Fokus dengan Digital, Cara TIKI Bersaing dengan Kompetitor
PT Citra Van Titipan Kilat atau yang lebih dikenal dengan TIKI menyatakan akan terus beradaptasi dengan dunia digital. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti yang juga mengatakan sejumlah layanan yang ada di TIKI sudah menyesuaikan dengan kondisi terkini.
Menurut Yulina, pandemi covid-19 yang menyerang sejak awal 2020 telah membuat manusia beralih ke dunia digital. Karena itu TIKI menghadirkan TIKI Putar, TIKI Serlok, dan TIKI SDS Kita. TIKI Putar (Jemput Antar) merupakan layanan instant courier berbasis aplikasi di ponsel pintar dengan jaminan waktu pengantaran hingga 3 jam. Sementara TIKI Serlok (Seller Online Booking) ialah layanan yang membantu usaha pelaku bisnis kecil dalam hal pengiriman.
Kemudian SDS Kita (Same Day Service Kuliner Nusantara) memudahkan para pecinta makanan untuk menikmati beragam sajian dengan biaya kompetitif. "Kami melihat digitalisasi akan terus berlangsung. Memang ada perubahan dari yang dulunya konsumen ke kantor atau agen TIKI, sekarang lebih sering melalui aplikasi.
“Kedepannya kami pasti akan buat inovasi dengan melihat kondisi yang ada," kata Yulina
Jika dibandingkan periode 2020, pertumbuhan nilai transaksi TIKI Putar hampir mencapai 100%. Sementara tahun ini, TIKI menargetkan pertumbuhannya hingga hingga 50%. Untuk TIKI Serlok, tercatat ada 500 member dan diharapkan bertumbuh sekitar 30-40%. Lalu, TIKI SDS Kita, sampai akhir tahun lalu, transaksinya bertumbuh hingga 40% lebih.
Pada tahun ini ditargetkan tansaksi meningkat 50%. Upaya untuk tetap kompetitif, sambung Yulina, juga dilakukan dengan menjaga loyalitas konsumen. Ada 3 area yang dikatakan Yulina difokuskan oleh pihaknya.
"Pertama, yaitu operational excellences dalam hal ini kecepatan, keamanan dan real-time tracking. Kedua, customer intimacy yang maksudnya kemudahan transaksi mulai dari proses booking, penjemputan barang hingga pilihan pembayaran, dan terakhir product leadership dengan inovasi layanan berbasis teknologi," tutur dia.
Rencananya, TIKI juga akan terus melebarkan sayap dengan membuka lebih banyak gerai. Saat ini telah ada 3.700 gerai. Diproyeksikan tahun ini akan bertambah 200 gerai baru dan 100 di antaranya akan ada di Jakarta.
"TIKI juga menggandeng mitra franchise yang ingin membangun bisnis jasa kurir. Sebagai ilustrasi modal untuk franchise gerai TIKI di Jakarta sebesar Rp 17,5 juta yang sudah termasuk branding TIKI," terang Yulina.


