Di Masa Pandemi Tetap Eksis Lantaran Rutin Inovasi Varian Produk
Menyajikan kopi dengan varian kekinian saat ini beragam campuran misalnya es krim, Oreo, coklat, dan lainnya. Kopi kreasi ini sudah menjadi suatu kebutuhan konsumen, permintaannya terus tumbuh. Seperti Foresthree Coffee yang didirikan pada 2016 silam.
Bisnis minuman kopi franchise yang didirikan oleh aktor Deva Mahendra bersama dengan Rangga Wurjanto, Haidhar Wurjanto, Ezar Alkafia, dan Hendy Setiono. Dalam sebuah wawancara, Deva mengaku bahwa sebelum membangun brand ini ia sudah pernah mencoba berusaha kuliner sendirian tapi gagal.
Hingga saat ini sudah ada 55 gerai Foresthree Coffee di Indonesia. Bahkan, di laman resminya ia mengatakan bahwa akan dan sudah siap hadir 65 gerai lagi. Lokasi gerai – gerai ini cukup tersebar, mulai dari Jambi, Semarang, Solo, Jogja, Pekanbaru, Surabaya, dan masih banyak lagi.
Untuk membuka franchise Foresthree Coffee, manajemen menawarkan paket dengan harga yang berbeda. Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa Deva memasang harga 95 jutaan, sementara Haidhar memasang investasi Rp 125 jutaan. Perbedaan ini mungkin tergantung konsep dan luas lokasi yang ingin digunakan.
Haidhar menyebutkan bahwa luasan minimal untuk area kerja Foresthree adalah 2 x 5 m2. Tapi tidak dijelaskan apakah ada jarak minimal antar gerai atau pun syarat lokasi lainnya. Misalnya harus di pusat perbelanjaan atau keramaian, harus berbentuk ruko, atau boleh hanya dengan bentuk booth outdoor saja.
Seperti yang tadi sudah dijelaskan, harga lisensi brand yang satu ini mulai di angka 95 hingga 125 juta rupiah. Dengan harga tersebut franchisee akan mendapatkan fasilitas alat seduh kopi, peralatan masak, sistem, pelatihan, branding, dan desain interior.
Menurutnya dalam hal produk kopi susu inovasi sangatlah penting. Entah dari segi penggunaan bahan bakunya atau pun kreasi resep yang unik. Dalam hal inovasi, Foresthree menyajikan kreasi resep unik yang nikmat yaitu seasalt cream.
Dari segi inovasi yang telah dilakukan Foresthree yaitu Mulai dari gerai untuk take away only, menu – menu minuman, hingga packaging praktis. Terutama dari segi produk, banyak kedai yang menyajikan kopi susu tanpa inovasi atau nilai tambah dari merek kompetitor.

