Coaching Business di Festival Imlek Nasional 2026, Irene Umar Dorong UMKM Angkat Budaya Lewat Branding dan Storytelling
INFO OPPORTUNITY.ID-Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan pembekalan coaching business kepada para pelaku usaha dalam rangkaian Festival Imlek Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Selasa (24/2). Kegiatan ini menjadi upaya penguatan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas melalui strategi pengemasan produk, storytelling, branding, hingga manajemen bisnis yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Irene menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan sumber ide yang nyaris tak terbatas bagi pengembangan usaha kreatif. Namun, potensi tersebut harus diolah dengan pendekatan yang tepat agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Indonesia punya kekayaan budaya yang luar biasa. Ide tidak pernah habis. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya dengan baik dan memberi makna pada setiap produk yang kita tawarkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia usaha menuntut kesiapan mental serta komitmen jangka panjang. Menurutnya, menjadi pelaku bisnis berarti siap menghadapi dinamika, risiko, dan proses yang tidak selalu mudah.
“Dalam praktiknya, pemilik usaha sering kali justru menjadi pihak terakhir yang menikmati hasil setelah seluruh kewajiban operasional terpenuhi. Karena itu, sebelum memulai bisnis, penting bertanya pada diri sendiri: siap atau tidak menghadapi jatuh bangunnya?” tegas Irene.
Lebih lanjut, Irene menegaskan bahwa kesuksesan bisnis tidak semata diukur dari keuntungan finansial, melainkan dari keselarasan antara usaha yang dijalankan dengan misi hidup dan nilai yang diyakini pemiliknya.
Menjawab pertanyaan pelaku usaha sektor makanan dan minuman terkait promosi, Irene menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada konsumen, pendekatan berbasis intellectual property (IP), serta kekuatan narasi dalam membangun brand.
“Karena kita berada di ruang publik seperti festival ini, dan produk yang disajikan 100 persen halal, maka sampaikan secara jelas sebagai bentuk saling menghormati. Produk seperti bapau gandum, misalnya, bisa dikembangkan lewat pendekatan IP, diberi karakter, identitas, dan cerita. Jangan hanya menjual produknya, tapi bangun narasinya. Storytelling jauh lebih mudah diingat dibandingkan sekadar spesifikasi,” jelasnya.
Selain itu, Irene juga menekankan pentingnya penataan booth yang menarik, interaksi komunikatif dengan pengunjung, serta pemahaman menyeluruh terhadap struktur biaya, termasuk perhitungan waktu kerja sebagai bagian dari modal usaha. Ia turut mengingatkan pelaku UMKM agar disiplin mengelola arus kas, memanfaatkan platform digital, serta membuka peluang kolaborasi lintas brand guna memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat global.
Melalui kegiatan coaching business ini, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem usaha yang adaptif dan berkelanjutan. Penguatan ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional atau the new engine of growth.


