BRI dan SOGO Luncurkan Model Kemitraan Baru Dorong UMKM Masuk Ritel Modern
INFO OPPORTUNITY.ID-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama strategis dengan SOGO Department Store. Kolaborasi ini diperkenalkan dalam Grand Launching UMKM BRI & SOGO yang digelar di Mall Central Park, Jakarta, pada Jumat, 28 November lalu.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa menggandeng jaringan ritel besar merupakan langkah strategis untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas. Menurutnya, pembiayaan saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil; mereka juga membutuhkan pendampingan serta akses pasar yang kuat.
“Pengalaman saya puluhan tahun menjadi bankir menunjukkan bahwa UMKM tidak cukup hanya diberi modal. Mereka perlu pendampingan, dan yang tidak kalah penting adalah akses menuju pasar, termasuk pasar internasional,” ujar Hery.
Ia menegaskan bahwa banyak produk UMKM Indonesia telah memenuhi standar ekspor. Namun, penetrasi ke pasar yang lebih besar masih terbatas karena kurangnya dukungan jaringan distribusi dan pemasaran. Melalui kolaborasi dengan SOGO, BRI berharap produk-produk UMKM bisa tampil di ruang ritel premium sehingga mendapatkan eksposur yang lebih luas di masyarakat.
“Sebagian produk UMKM sebenarnya sudah ada yang masuk pasar ekspor, hanya saja skalanya belum besar. Dukungan seperti ini diharapkan bisa memperkuat posisi mereka,” tambahnya.
Hery optimistis bahwa kerja sama ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi pemain ritel modern lainnya. Dengan jaringan SOGO yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dinilai semakin terbuka.
“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti di satu lokasi. SOGO punya banyak gerai seperti di Plaza Senayan hingga Surabaya. Semoga kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi ritel lainnya,” kata Hery.
Selain membuka akses pasar, Hery juga menyoroti pentingnya memperkuat jumlah pelaku UMKM dalam struktur ekonomi nasional. Ia menyebut bahwa negara maju umumnya memiliki rasio pelaku UMKM lebih dari 4% dari jumlah penduduk, bahkan di Jepang dan Amerika Serikat mencapai 10–12%.
Saat ini UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, pemberdayaan berkelanjutan serta perluasan akses pasar dinilai menjadi kunci menjaga UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional.


