Booming Kopi Keliling! Kala Coffee Siap Buka Ribuan Titik, Mau Ikut Jadi Mitra?

INFO OPPORTUNITY.ID-Didorong oleh pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia dan minimnya akses bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, Ali Efendi mendirikan Kala Coffee dengan konsep yang berbeda. Ia melihat kebutuhan kopi harian yang terus meningkat, terutama di kalangan anak muda dan pekerja, sekaligus menyadari bahwa banyak orang ingin berbisnis namun terhalang modal, pengalaman, dan waktu.

“Saya melihat dua hal sekaligus di industri kopi: pertama, konsumsi kopi terus naik; kedua, masih banyak orang yang ingin punya usaha sendiri tapi terkendala modal dan pengalaman,” ujar Ali Efendi, Founder Kala Coffee. “Dari situ lahir Kala Coffee. Sejak awal, kami bukan hanya menjual kopi, tapi membangun ekosistem usaha yang terjangkau dan berdampak sosial.”

Kala Coffee hadir sebagai kopi keliling berbasis sepeda listrik—model bisnis yang lincah, ringan dari sisi investasi, dan mampu mendekatkan produk langsung ke titik keramaian seperti perkantoran, kampus, sekolah, hingga kawasan hunian. Konsep ini sekaligus membuka peluang kerja baru bagi rider dan barista keliling.

IBOS Expo 2026

Dalam persaingan bisnis kopi yang semakin ketat, Kala Coffee memposisikan diri sebagai brand dengan tiga nilai utama: enak, terjangkau, dan mudah dijangkau. “Unique selling point kami jelas: konsep kopi keliling pakai sepeda listrik, harga bersahabat, serta model kemitraan yang memudahkan siapa pun untuk mulai usaha,” jelas Ali. Harga produknya bermain di kisaran Rp6.000 hingga Rp15.000, membuatnya relevan untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja.

Tak hanya itu, Kala Coffee menawarkan dua model kemitraan, yakni kemitraan mandiri dan kemitraan autopilot. Melalui skema mandiri, mitra dapat mengelola usaha sendiri dengan dukungan SOP dan sistem yang sudah disiapkan. Sementara skema autopilot memungkinkan investor memiliki gerai kopi tanpa harus turun langsung. “Investor tinggal terima laporan dan bagi hasil, sementara operasional kami yang jalankan,” katanya.

Daya tarik lain dari Kala Coffee adalah misi sosial yang melekat pada operasionalnya. Setiap cart tidak hanya menjadi titik penjualan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. “Ada rider kami yang usianya lebih dari 50 tahun. Kami ingin memberi kesempatan kedua supaya mereka tetap produktif,” tambah Ali.

IBOS Expo 2026

Untuk menjangkau target usia 15–40 tahun, Kala Coffee memaksimalkan strategi lokasi strategis, konten digital, promo menarik, dan kemudahan pemesanan. Brand ini aktif membangun kedekatan melalui Instagram dan TikTok, sembari menghadirkan promo bundling dan layanan pre-order.

Ali mengakui tren yang berkembang dalam konsumsi kopi turut memengaruhi strategi bisnisnya. Mulai dari tren grab-and-go, kebutuhan value for money, transaksi digital, hingga meningkatnya kepedulian terhadap dampak sosial dan lingkungan. “Orang ingin ngopi cepat dan praktis, tapi tetap berkualitas. Di sisi lain, mereka menghargai brand yang punya misi sosial. Kala Coffee berdiri di titik itu,” ungkapnya.

Potensi ekspansi Kala Coffee juga dinilai masih sangat besar. Dengan model cart yang mudah direplikasi, Ali optimistis jaringan penjualan bisa berkembang hingga ribuan titik di berbagai kota. Dari sisi produk, Kala Coffee sudah menyiapkan pengembangan menu seasonal, varian non-kopi seperti matcha dan choco series, hingga rencana produk siap minum (RTD). Peluang kolaborasi dengan brand lain, komunitas, kampus, dan korporasi juga terus dibuka.

IBOS Expo 2026

Namun, perjalanan membangun brand kopi tidak tanpa tantangan. Persaingan ketat, konsistensi rasa, kualitas operasional, hingga edukasi calon mitra menjadi tantangan yang dirasakan. “Kami menjaga kualitas lewat SOP detail, pelatihan rutin, dan sistem kontrol yang terus diperbaiki. Untuk mitra, kami selalu transparan dalam menyampaikan angka dan risiko, supaya tidak ada ekspektasi yang salah,” jelas Ali.

Melihat masa depan industri kopi di Indonesia, Ali tetap optimistis. Menurutnya, segmen kopi harian terjangkau akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, Kala Coffee menyiapkan rencana jangka panjang dengan memperluas jaringan titik penjualan, memperkuat ekosistem kemitraan, memperkuat brand, hingga mendorong digitalisasi operasional.

“Kami ingin Kala Coffee tumbuh sebagai contoh bahwa bisnis kopi bisa menggabungkan profit, keberlanjutan, dan dampak sosial dalam satu gerakan yang nyata,” tutup Ali.

IBOS Expo 2026
Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: