Bakmi Santet; Persembahan Terbaru Dari Ayam Gepuk Pak Gembus Group
Ayam Gepuk Pak Gembus (AGPG Group) kembali merilis inovasi teranyar dari kerajaan bisnis kulinernya. Usai menuai kesuksesan lewat brand kuliner ayam pedas andalannya, Ayam Gepuk Pak Gembus kali ini menelurkan diversifikasi brand baru yaitu Bakmi Santet.
Kendati dari sisi menu ada sedikit perbedaan dari main business sebelumnya, namun Bakmi Santet tetap mengusung konsep masakan yang hampir serupa, yaitu hidangan bakmi jawa dengan spesialisasi kepedasan yang bisa dipesan sesuai selera pelanggan. Alhasil dengan konsep ini, kian menyempurnakan cita rasa Bakmi Santet yang bercita rasa Jawa gurih dan manis, serta sensasi pedas yang bisa disesuaikan layaknya makan di kedai Ayam Gepuk.
Ditemui pada saat pembukaan outlet perdana Bakmi Santet yang berlokasi persis di samping ‘markas besar’ Ayam Gepuk Pak Gembus, di bilangan Meruya Ilir, Jakarta Barat Rabu (12/7) kemarin, Rido Nurul Aditya selaku CEO AGPG Group menuturkan, jika didirikannya brand Bakmi Santet tidak lain karena kegemaran dirinya akan masakan pedas.

Kemudian dipilihnya Bakmi Jawa sebagai menu utama bisnis keduanya, karena menurut Rido kuliner yang akrab ditemui di daerah Yogyakarta, Magelang dan sekitar Jawa Tengah ini, sudah akrab dilidah sebagian masyarakat Indonesia, terutama di area pulau Jawa. “Dari dulu memang saya pecinta makanan bercita rasa pedes, makanya setiap masakan (di bisnis) saya terserah pelanggan mau minta pedesnya berapa kami akan penuhi,” ujarnya kepada FranchiseGlobal.com.
Lebih lanjut, sebagai pembukaan awal, Bakmi Santet menyediakan varian menu bakmi berupa Bakmi Santet goreng dan Bakmi Santet Godog. Namun selang beberapa waktu kedepan, akan diluncurkan dua menu tambahan berupa Nasi Santet godog dan Nasi Santet Goreng. Pada saat peluncuran gerai Bakmi Santet, tim FranchiseGlobal.com berkesempatan mencicipi menu Bakmi Santet Godog yang disuguhkan oleh sang juru masak—yang diboyong langsung dari Magelang, Jawa Tengah.

Layaknya warung Bakmi Jawa yang umum di jumpai di kota asalnya, sang juru masak mengolah Bakmi Santet Godog secara tradisional. Mulai dari tungku arang batok, wajan memasak hinggal sutil juga sama persis yang biasa dipergunakan dalam warung bakmi jawa konvensional. Sehingga meski berada di kota metropolitan Jakarta, cita rasa asli bakmi jawa tradisional tetap melekat dalam setiap porsi Bakmi Santet yang disuguhkan.

“Keunikan itu yang tetap yang kami pertahankan. Kami juga tetap masak satu per satu, meskipun pelanggan pesan 2 porsi atau 5 porsi langsung secara bersamaan. Karena di Bakmi Santet ini kami jual kualitas, bukan jual makanan cepat saji, sehingga pelanggan perlu menunggu untuk bisa menyantap menu yang ingin dipesan,” tambahnya.
Bagi anda yang ingin mencicipi persembahan terbaru dari Franchise Ayam Gepuk Pak Gambus, Bakmi Santet ini baru tersedia di Markas Pusat AGPG Group di Meruya Ilir Jakarta Barat. Soal harga, Rido tidak mematok harga yang merogoh kocek dalam-dalam untuk setiap porsi Bakmi Santet. Karena cukup dengan Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, pelanggan sudah bisa menyantap sembari merekam ulang nuansa hangat Yogyakarta lewat sepiring Bakmi Jawa.
Lebih lanjut, Rido tidak memungkiri kedepan jika Bakmi Santet akan ditawarkan juga peluang kerjasama franchise seperti brand komptriotnya. Namun pihaknya masih akan melihat lebih dulu respon masyarakat dan kiprah bisnis anyarnya itu bisa sesukses brand Ayam Gepuk Pak Gembus.


