Badan Gizi Nasional Gelar Pelatihan Tingkatkan Kompetensi Kelompok Masyarakat untuk Dukung Program Pangan

INFO OPPORTUNITY.ID— Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi kelompok masyarakat guna mendukung pelaksanaan program pangan nasional. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu berperan aktif dalam rantai pasok, layanan, serta kebutuhan operasional program, sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas antara masyarakat dan pemerintah.

Pelatihan berlangsung pada 1–3 Desember 2025 di Hotel Golden Flower Bandung, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, tenaga ahli Badan Gizi Nasional, serta instruktur dari sejumlah lembaga pelatihan. Para peserta terdiri dari pelaku UMKM, pengusaha kecil, hingga pihak yang terhubung dengan dapur pelaksana program, yang mengikuti seluruh rangkaian materi secara aktif dan partisipatif.

Suasana pelatihan berjalan dinamis melalui sesi diskusi, praktik, serta simulasi yang menekankan penerapan langsung di lapangan. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami langkah-langkah teknis yang relevan dengan penguatan usaha dan keterlibatan dalam program pemerintah.

IBOS Expo 2026

Kepala Dinas UMKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas usaha dalam mendukung keberlanjutan program pangan.

“Program ini bukan hanya tentang penyediaan makanan untuk masyarakat. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha juga merasakan dampak ekonominya. Kemitraan menjadi kunci agar manfaat program dapat semakin meluas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Dedi Supriadi, menekankan bahwa penguatan kompetensi pelaku usaha lokal merupakan investasi penting bagi keberhasilan program.

IBOS Expo 2026

“Harapan kami, pelatihan ini membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menjadi bagian dari penyedia layanan program. Dengan kemampuan yang semakin baik, mereka dapat memenuhi standar yang dibutuhkan dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, instruktur memberikan materi mencakup penyusunan rencana usaha, pengelolaan keuangan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta strategi pemasaran. Materi dirancang agar peserta memiliki pemahaman menyeluruh dalam mengelola usaha secara profesional — mulai dari penyusunan visi dan misi, pengaturan arus kas, hingga pengembangan pemasaran digital.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami hubungan antara tata kelola usaha yang baik dengan peluang bermitra dalam program pemerintah. Peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan rencana usaha, simulasi penerapan SOP, pencatatan transaksi, serta aktivitas pemasaran.

IBOS Expo 2026

Pada hari terakhir, asesor melakukan asesmen melalui sesi tanya jawab dan pemeriksaan dokumen guna menilai sejauh mana peserta memahami dan mampu menerapkan materi pelatihan di dunia usaha nyata.

Melalui kegiatan ini, Badan Gizi Nasional berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang terlibat aktif dalam mendukung program pangan secara berkelanjutan. Selain memperkuat ekonomi masyarakat, peningkatan partisipasi UMKM juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat penerima manfaat.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: