AZKO: Babak Baru Tiga Dekade Perjalanan PT Aspirasi Hidup Indonesia
INFO OPPORTUNITY.ID-Tiga dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah perusahaan ritel modern. Bagi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), usia 30 tahun justru menjadi momentum redefinisi: menegaskan kembali jati diri, memperbarui strategi, dan memulai babak baru dengan identitas segar. Transformasi itu diwujudkan melalui perubahan nama perusahaan, dari Ace Hardware Indonesia menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia, dengan brand ritel yang kini dikenal sebagai AZKO.
Perubahan nama resmi berlaku per 1 Januari 2025. Bukan semata konsekuensi bisnis, manajemen menegaskan bahwa rebranding mencerminkan optimisme dan kesiapan perusahaan melangkah dengan identitas yang mandiri. Nama AZKO lahir dari refleksi perjalanan panjang perusahaan di Indonesia, serta ambisi untuk menjadi mitra inspirasi hidup masyarakat urban yang semakin dinamis.
“Dengan ragam inspirasi A–Z, AZKO membuka kemungkinan tanpa batas. Kini di 2025, AZKO adalah merek yang dapat sepenuhnya kami kembangkan untuk menginspirasi hidup dengan standar world-class excellence. Lebih dari memenuhi kebutuhan, AZKO adalah ide-ide yang bisa kamu andalkan untuk memperkaya rumah dan kehidupan.”
Memasuki era baru dengan nama baru, AZKO bergerak cepat. Saat ini perusahaan telah mengoperasikan 261 toko di 87 kota di Indonesia, diperkuat platform omnichannel melalui ruparupa. AZKO mengusung empat nilai utama: Familiar, Proactive, Optimistic, dan Dependable, yang diterjemahkan dalam konsep toko lebih personalized, seamless, inovatif, dan modern.
Kurasi produk juga menjadi fokus. AZKO kini menawarkan pilihan dari 52 home brands yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan rumah tangga, hobi, hingga gaya hidup konsumen urban.
Direktur AHI, Gregory Sugyono Widjaja, menegaskan bahwa perjalanan 30 tahun perusahaan ditempa oleh krisis demi krisis. Belum genap dua tahun beroperasi, perusahaan langsung menghadapi krisis moneter 1997–1998, sementara ketergantungan pada barang impor masih tinggi. Pada periode hampir bersamaan, ujian lain datang: toko pertama AHI di Lippo Karawaci dibakar massa.
“Kami melewati krisis tahun 1997–1998, krisis 2007, hingga pandemi Covid-19. Setiap krisis justru membuat AZKO lebih kuat, karena kami memiliki nilai-nilai yang dihidupi seluruh karyawan,” kata Gregory usai peluncuran program AZKO Berbagi Cahaya di Living Plaza Bintaro, Selasa (2/12/2025).
Kombinasi budaya kerja yang solid dan fundamental bisnis yang kuat membuat perusahaan tak gentar menghadapi gejolak eksternal. “Krisis membuat kami lebih kuat bahkan,” tegasnya.
Area live shopping hub AZKO di Living Plaza Bintaro menggambarkan strategi perusahaan merespons perubahan perilaku belanja masyarakat. Transformasi dari ACE ke AZKO dilakukan di tengah dunia ritel yang semakin digital-savvy, dengan konsumen terbiasa berbelanja lintas kanal, serta ketatnya persaingan dari pemain e-commerce yang menawarkan harga kompetitif dan kemudahan logistik.
Untuk itu, AZKO memperkuat layanan omnichannel melalui ruparupa dan menggarap kanal live streaming di media sosial sebagai sarana interaksi real-time dengan pelanggan modern.
Lebih dari sekadar toko perlengkapan rumah, AZKO memosisikan diri sebagai ruang eksplorasi ide. Setiap elemen dalam toko didesain untuk memantik inspirasi—mulai dari display, demo produk, hingga solusi tematik yang merangkum kebutuhan rumah tangga dari A hingga Z.
Pendekatan ini menyasar keluarga modern yang bukan hanya mencari produk fungsional, tetapi pengalaman belanja yang menyenangkan dan personal.
“AZKO mengusung pendekatan seamless digital-first experience melalui layanan omnichannel untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, fleksibel, dan memuaskan,” ujar Direktur AHI Teresa Wibowo, saat pembukaan toko AZKO pertama di Living World Alam Sutera, Kamis (9/1/2025).
Memasuki usia 30 tahun, AZKO menghadapi persaingan yang jauh lebih kompleks dibanding masa awal kehadirannya. Namun berbekal ketangguhan melewati tiga dekade krisis, jaringan toko luas, fondasi digital yang diperkuat, serta positioning sebagai “aspirasi hidup” keluarga urban, AZKO tampak memilih untuk tidak hanya bertahan—tetapi mengakselerasi langkah.
AZKO merangkul perubahan, merapikan strategi, dan membangun identitas baru sebagai pemain ritel modern yang ingin relevan pada masa depan.


