2025, Tahun Akselerasi Sariraya Group Japan Perkuat Ekosistem Halal di Jepang

INFO OPPORTUNITY.ID-Tahun 2025 menjadi fase krusial dalam perjalanan ekspansi Sariraya Group Japan. Perusahaan pelopor produk halal asal Indonesia di Jepang ini berhasil mencatatkan berbagai capaian strategis yang memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem halal food di Negeri Sakura.

Founder Sariraya Group Japan, Teguh Wahyudi, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025 perusahaannya telah memiliki lebih dari 600 agen ritel distribusi aktif. Jaringan ini menjadikan Sariraya sebagai salah satu entitas dengan penetrasi pasar terluas untuk produk halal Indonesia di Jepang.

Produk unggulan Sariraya, khususnya tempe, kini telah tersebar hampir di seluruh wilayah Jepang. Distribusinya mencakup modern market seperti Mega Don Quijote dan Amika, foreigner market, Indonesia market, hingga jaringan halal market yang terus berkembang.

IBOS Expo 2026

Tak hanya fokus pada distribusi produk, Sariraya Group Japan juga agresif memperluas jaringan ritelnya. Hingga Desember 2025, perusahaan ini mengoperasikan 10 gerai aktif, dengan konsentrasi terbesar berada di Toyota City. Salah satu pencapaian penting tahun ini adalah pembukaan gerai Halal Mart Plus di kawasan Okuyama.

Untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, Sariraya menjalankan serangkaian strategi penguatan aset. Sepanjang 2025, perusahaan mengakuisisi dua bangunan berskala besar di Kota Nishio, Prefektur Aichi, serta membeli lahan strategis seluas 6.650 meter persegi di jalur utama kota tersebut. Lahan ini akan dikembangkan menjadi Halal Central Kitchen & Distribution Hub Sariraya.

Arah Bisnis 2026: Bangun Pusat Produksi dan Distribusi Terintegrasi

Memasuki 2026, Sariraya Group Japan menyiapkan langkah ekspansi yang lebih terstruktur. Distribution Hub Sariraya akan difungsikan sebagai pusat produksi halal obento siap santap (ready-to-eat) sekaligus pusat distribusi makanan autentik Indonesia untuk kebutuhan ritel di seluruh Jepang.

IBOS Expo 2026

Total investasi yang disiapkan mencakup pembangunan fasilitas dua lantai dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi senilai kurang lebih 560 juta yen. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan sekitar 250 juta yen untuk pengadaan mesin produksi dan kebutuhan operasional pendukung lainnya.

Dengan fondasi ini, Sariraya memposisikan diri sebagai pemimpin rantai pasok makanan halal Indonesia di Jepang—mengintegrasikan lini produksi, distribusi, ritel, hingga pengembangan waralaba dalam satu ekosistem.

Pada 2026, Sariraya menargetkan pembukaan 3–4 gerai baru dengan model corporate store serta 10 gerai franchise untuk mempercepat ekspansi secara nasional. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan lima strategi utama.

IBOS Expo 2026

Pertama, menerapkan model ekspansi hybrid antara gerai milik perusahaan dan waralaba agar pertumbuhan lebih cepat tanpa mengorbankan standar kualitas. Kedua, lokasi gerai difokuskan pada kawasan dengan konsentrasi pekerja asing, mahasiswa internasional, komunitas global, serta populasi Muslim.

Ketiga, Sariraya memperkuat kolaborasi pasokan dan distribusi dengan UMKM Indonesia agar produk lokal dapat lebih mudah menembus pasar ritel Jepang. Keempat, pengembangan sistem pemesanan digital dan layanan pengantaran untuk menjangkau kota-kota kecil tanpa harus membuka gerai fisik berskala besar. Kelima, inovasi berkelanjutan pada menu halal ready-to-eat dan frozen food untuk memperluas variasi produk.

Tempe, Dari Produk Tradisional ke Superfood Global

Sariraya Group Japan dikenal luas melalui produk tempe yang menjadi pintu masuk utama ke pasar Jepang. Seiring meningkatnya jumlah penduduk Muslim, komunitas Indonesia, serta kesadaran masyarakat Jepang terhadap pola makan sehat, permintaan terhadap tempe terus tumbuh.

IBOS Expo 2026

Di Jepang, tempe mulai dipandang sebagai sumber protein nabati unggulan yang sejalan dengan tren healthy lifestyle, plant-based diet, dan sustainable food. Produk ini diminati oleh kalangan vegetarian, pelaku gym-diet, hingga konsumen yang mencari asupan protein alami.

Tak hanya tempe segar, pasar Jepang juga menunjukkan minat tinggi terhadap produk turunan tempe yang praktis dan siap konsumsi. Menjawab kebutuhan tersebut, Sariraya mendorong riset dan pengembangan untuk menghadirkan inovasi menu halal bento, camilan, serta frozen meal yang sesuai dengan preferensi konsumen Jepang.

Sejumlah menu Sariraya yang menjadi favorit konsumen antara lain Fried Chicken Halal, Nan Curry Set, Nasi Rendang, serta berbagai hidangan khas Indonesia lainnya. Seluruh menu dikembangkan dengan pendekatan rasa yang adaptif, tetap otentik, halal, serta mengedepankan konsep cepat dan nyaman bagi konsumen internasional maupun lokal Jepang.

IBOS Expo 2026
Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: