10 Kesalahan Umum Pengusaha Kosmetik Baru dan Cara Menghindarinya
INFO OPPORTUNITY.ID, Jakarta – Memulai bisnis kosmetik adalah langkah menarik, tetapi tidak sedikit pengusaha pemula yang menghadapi tantangan karena minimnya pengalaman dan pemahaman teknis. Kesalahan kecil dalam tahap awal dapat berdampak besar pada kualitas produk, legalitas, hingga keberlangsungan bisnis. Untuk itu, memahami kesalahan umum yang sering terjadi dan cara menghindarinya menjadi langkah penting dalam membangun brand yang kuat.
Berikut sepuluh kesalahan yang sering dilakukan pengusaha baru di industri kosmetik, serta bagaimana PT Sarana Inter Cosindo (SIC) membantu mencegahnya melalui layanan maklon yang profesional dan terstruktur.
1. Tidak Melakukan Riset Pasar
Banyak pengusaha langsung membuat produk tanpa memahami kebutuhan pasar. Padahal riset menentukan arah produk, target konsumen, hingga positioning brand. SIC membantu klien menyusun konsep berdasarkan tren dan kebutuhan konsumen.
2. Memilih Formula yang Tidak Tepat
Produk yang terlalu kompleks atau tidak sesuai tipe kulit konsumen dapat menurunkan minat pasar. Melalui tim R&D, SIC menawarkan formulasi efektif berbasis kebutuhan manusia (In Vivo) dan bahan aktif yang relevan.
3. Mengabaikan Legalitas dan Sertifikasi
Beberapa pengusaha menganggap legalitas sebagai langkah belakangan, padahal BPOM, Halal, dan izin lain sangat penting. SIC menyediakan dukungan lengkap untuk memastikan produk aman dipasarkan.
4. Terlalu Fokus pada Harga Murah
Menekan biaya produksi tanpa memahami kualitas bisa menurunkan kepercayaan konsumen. SIC menyediakan opsi formulasi berkualitas dengan harga kompetitif dan transparan.
5. Desain Kemasan Kurang Menarik
Kemasan adalah elemen pertama yang dilihat konsumen. SIC membantu menyiapkan desain kemasan yang modern, aman, dan sesuai identitas brand.
6. Produksi di Tempat Tidak Bersertifikat
Produksi di pabrik tidak berstandar menyebabkan risiko keamanan produk. SIC memiliki fasilitas bersertifikasi BPOM, GMP, ISO 22716, Halal, dan audit SMETA SEDEX, memastikan standar kualitas terjaga.
7. Tidak Memahami Kebutuhan Konsumen
Tanpa memahami preferensi konsumen, produk sulit bertahan di pasar. SIC melakukan analisis tren rutin dan membagikan insight pasar kepada klien.
8. Marketing Tanpa Strategi
Produk bagus tanpa strategi marketing akan sulit dikenal. SIC dapat membantu mengarahkan klien ke agensi pemasaran yang relevan melalui jejaring yang dimiliki.
9. Mengabaikan Feedback Konsumen
Feedback adalah sumber peningkatan produk. Dengan sistem R&D terstruktur, produk dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pasar.
10. Tidak Memperlakukan Maklon sebagai Mitra
Sebagian pengusaha hanya melihat maklon sebagai penyedia jasa. Padahal hubungan kolaboratif sangat penting. SIC mengedepankan hubungan setara dengan klien sebagai mitra sejajar agar produk berkembang bersama.
Menghindari kesalahan adalah bagian penting dari perjalanan membangun brand kosmetik. Dengan dukungan yang tepat, pengusaha dapat melangkah lebih percaya diri. Melalui pendekatan humanis, fasilitas modern, dan layanan one stop service, SIC siap membantu setiap pengusaha mewujudkan produk kosmetik berkualitas tinggi dan berdaya saing di pasar Indonesia.


