YPAS Genjot Penjualan Ekspor untuk Kejar Target Rp 360 Miliar di Akhir Tahun
INFO OPPORTUNITY.ID-PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), produsen kemasan plastik woven, terus memacu kinerja bisnisnya di paruh kedua 2025. Di tengah tantangan pasar domestik yang mengalami tekanan harga akibat oversupply, YPAS menargetkan dapat menggenjot penjualan hingga menembus angka Rp 360 miliar pada akhir tahun ini. Strategi utama yang ditempuh adalah mengoptimalkan potensi pasar ekspor, khususnya ke kawasan ASEAN dan menjajaki peluang baru di Eropa serta Amerika Serikat.
Direktur YPAS, Rinawati, menyampaikan bahwa prospek bisnis pada semester kedua tahun ini cenderung akan lebih stabil. Hal ini didukung oleh arah kebijakan pemerintah dan tren permintaan dari sejumlah sektor industri utama yang menunjukkan peningkatan menjelang akhir tahun.
“Beberapa lini bisnis seperti industri semen, pupuk, dan pangan menurut pengalaman kami di beberapa tahun terakhir memang mengalami peningkatan permintaan pada bulan Agustus hingga November,” ujar Rinawati.
Meski penjualan domestik masih mendominasi, YPAS mulai menggeser fokus ke ekspor untuk menjaga margin keuntungan. Di tengah kompetisi pasar lokal yang kian ketat dan tekanan harga akibat kelebihan pasokan, strategi ekspansi pasar luar negeri menjadi langkah taktis untuk menjaga pertumbuhan.
Berdasarkan laporan keuangan semester I-2025, YPAS berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 171,93 miliar, meningkat 12,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 153,43 miliar. Rinciannya, penjualan lokal ke pihak ketiga mencapai Rp 151,50 miliar dan ekspor sebesar Rp 16,99 miliar. Sementara itu, penjualan kepada pihak berelasi tercatat sebesar Rp 3,43 miliar.
Walaupun berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan, YPAS masih membukukan rugi berjalan sebesar Rp 3,61 miliar. Namun, angka ini membaik dibandingkan kerugian sebesar Rp 4,18 miliar pada semester I-2024, atau turun sebesar 13,63%.
Untuk mendukung operasional dan efisiensi produksi, YPAS juga menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 10 miliar pada tahun ini. Hingga pertengahan tahun, realisasi capex telah mencapai Rp 2 miliar yang digunakan untuk peremajaan mesin-mesin lama dan penambahan kendaraan operasional.
Dengan strategi peningkatan ekspor serta optimalisasi segmen industri yang cenderung stabil di paruh kedua tahun, YPAS berharap dapat mencapai target penjualan tahunan yang telah ditetapkan. Upaya ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar yang menantang.

