Waralaba Ritel Indonesia Berpeluang Besar Ekspansi ke Belanda dengan Konsep Flagship Store

INFO OPPORTUNITY.ID-Atase Perdagangan Republik Indonesia di Den Haag, Annisa Hapsari, memaparkan hasil kajian pasar terbaru yang mengungkap potensi besar waralaba ritel Indonesia untuk berekspansi ke Belanda. Dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan, Annisa menegaskan bahwa konsep flagship store menjadi strategi yang sangat relevan untuk menghadirkan waralaba ritel Indonesia sebagai representasi budaya nasional di pasar internasional, khususnya Belanda.

“Potensi ini terlihat dari karakter konsumen di Belanda yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk bernilai budaya, etnik, dan keberlanjutan,” ujar Annisa.

Menurutnya, flagship store tidak hanya menjadi tempat penjualan semata, tetapi juga memainkan peran penting dalam memperkuat citra jenama (branding) Indonesia. Toko utama yang dirancang secara tematik dengan nuansa budaya Indonesia akan menciptakan pengalaman berbelanja yang unik dan menarik bagi konsumen Belanda.

IBOS Expo 2026

“Konsep ini memungkinkan jenama Indonesia hadir sebagai representasi budaya lokal. Kami sangat mendukung pelaku ritel Indonesia untuk membuka waralaba berkonsep flagship store yang menampilkan identitas serta produk unggulan nasional kepada konsumen di Belanda,” tambahnya.

Annisa menjelaskan bahwa Belanda merupakan pasar strategis karena beberapa faktor penunjang, seperti keberadaan komunitas diaspora Indonesia, ekosistem multikultural yang terbuka, serta infrastruktur logistik yang sangat stabil. Hal ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengakses pasar dan mendistribusikan produk secara efisien.

“Belanda adalah pusat ekonomi kreatif dan perdagangan internasional di Eropa Barat. Ketertarikan mereka terhadap produk bernilai budaya tercermin dari performa ekspor Indonesia, khususnya pada sektor fesyen, makanan etnik, dan produk herbal,” jelasnya.

IBOS Expo 2026

Berdasarkan data Trade Map tahun 2025, ekspor fesyen dan tekstil Indonesia ke Belanda tercatat senilai USD150 juta–200 juta per tahun. Sementara itu, ekspor makanan etnik dan herbal—seperti sambal, bumbu, jamu botol, dan teh herbal—mencapai USD100–250 juta per tahun.

Untuk mendukung ekspansi ini, perwakilan perdagangan RI di Den Haag akan melakukan sejumlah langkah strategis. Mulai dari pendampingan sertifikasi dan kurasi produk, penjenamaan berbasis narasi budaya (storytelling), kolaborasi dengan komunitas diaspora, pemanfaatan saluran distribusi multikanal, hingga dukungan kebijakan terintegrasi antar pemerintah (G2G).

Namun demikian, Annisa menekankan bahwa potensi pasar hanya dapat dimaksimalkan jika Indonesia memperkuat daya saing produknya melalui kurasi yang ketat dan sinergi antar lembaga.

IBOS Expo 2026

“Pasar Belanda sangat potensial, tetapi memerlukan kualitas dan identitas produk yang kuat. Sinergi antarlembaga diperlukan agar waralaba ritel Indonesia dapat berkembang di pasar global,” pungkasnya.

Sepanjang Januari–Mei 2025, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan terhadap Belanda sebesar USD1,82 miliar, meningkat 20,02% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD2,55 miliar.

Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia dan Belanda mencapai USD5,73 miliar, dengan ekspor Indonesia senilai USD4,75 miliar dan impor sebesar USD984,50 juta. Hal ini menjadikan Belanda sebagai salah satu mitra dagang penting Indonesia di kawasan Eropa.

IBOS Expo 2026

Produk-produk Indonesia yang mengalami peningkatan ekspor ke Belanda antara lain fesyen dan tekstil, makanan etnik dan herbal, kerajinan dan dekorasi, kopi dan cokelat, serta produk perawatan tubuh alami dan herbal. Kelima kategori ini menjadi segmen unggulan yang sangat cocok dikembangkan melalui jaringan waralaba ritel berkonsep flagship store di pasar Belanda.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: