Ulang Tahun ke-66, Bakmi GM Hadirkan Kolaborasi Fashion Bertema “Double Happiness”
INFO OPPORTUNITY.ID— Ada yang berbeda dalam perayaan ulang tahun ke-66 Bakmi GM tahun ini. Brand kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari perjalanan cita rasa masyarakat Indonesia sejak 1959 ini menggandeng desainer lokal ternama, Mira Hoeng dari MIWA Pattern, untuk menghadirkan sebuah karya fashion bertema “Double Happiness”.
Kolaborasi unik ini tidak sekadar menampilkan motif estetik, tapi juga sarat makna. Motif “Double Happiness” terinspirasi dari menu-menu ikonik Bakmi GM—seperti Bakmi Spesial GM hingga Pangsit Goreng—yang selama puluhan tahun telah menjadi sumber kebahagiaan bagi jutaan pelanggan setianya. Kini, kebahagiaan itu diterjemahkan dalam bentuk visual yang bisa dikenakan dalam keseharian.
“Lewat motif ini, kami ingin menyampaikan kebahagiaan yang biasa dirasakan konsumen saat makan, dalam bentuk yang bisa dipakai sehari-hari,” ujar Tammy Tanumihardja, Business Development Director Bakmi GM.
Kolaborasi ini muncul di tengah menurunnya indeks kebahagiaan Indonesia yang kini berada di peringkat ke-83 dari 147 negara menurut World Happiness Report 2025 (rilis Oxford & Gallup). Sebagai perbandingan, Singapura berada di posisi 34, Thailand 49, dan Malaysia 64.
Mira Hoeng, sosok di balik MIWA Pattern yang dikenal sebagai desainer sekaligus pegiat sosial, menilai bahwa fashion bisa menjadi medium spiritual untuk menyampaikan emosi dan nilai-nilai mendalam. “Motif ini mencoba menangkap rasa senang orang-orang saat makan Bakmi GM,” tuturnya.
Tak hanya soal fashion dan makanan, kolaborasi ini juga punya dampak sosial yang nyata. Sebagian hasil penjualan merchandise bertema “Double Happiness” akan didonasikan ke Yayasan CdLS Indonesia—organisasi yang mendampingi anak-anak dengan Cornelia de Lange Syndrome (CdLS), sebuah kondisi genetik langka yang menyerupai autisme namun dengan komplikasi medis yang lebih kompleks.
“Kualitas hidup anak CdLS bisa ditingkatkan jika ada dukungan dari keluarga dan masyarakat. Bantuan dari proyek ini tentu sangat berarti,” ujar Dian Kurniati, Direktur Yayasan CdLS Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor antara F&B, fashion, dan aksi sosial ini menjadi contoh segar bagaimana sebuah brand legendaris bisa terus relevan dan berdampak, sekaligus menginspirasi pelaku industri lain—termasuk otomotif dan lifestyle—untuk menjajaki kolaborasi lintas industri yang lebih bermakna.


