Terhimpit Produk Impor, Sejumlah UMKM Beralih Jadi Reseller

INFO OPPORTUNITY.ID-Tekanan kompetisi yang semakin ketat di pasar digital membuat banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus mengubah strategi bisnisnya. Banjir produk impor yang masuk melalui e-commerce dinilai menjadi salah satu penyebab utama menurunnya daya saing produk lokal. Akibatnya, sebagian pelaku UMKM memilih langkah realistis dengan beralih menjadi reseller barang impor agar tetap bertahan di tengah perubahan pasar.

Fenomena ini diungkap oleh pelaku asosiasi UMKM yang menyebut banyak anggotanya tak lagi memproduksi barang sendiri. Produk fesyen seperti pakaian anak dan dewasa menjadi sektor yang paling terdampak. Jika sebelumnya pelaku UMKM menjahit sendiri produknya, kini banyak yang memilih menjual kembali produk impor karena dinilai lebih kompetitif dari sisi harga.

Perubahan ini tidak lepas dari faktor ekonomi yang kompleks. Produk UMKM cenderung memiliki biaya produksi lebih tinggi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga kewajiban pajak. Sementara barang impor, terutama yang masuk lewat jalur digital, bisa dijual jauh lebih murah. Perbedaan harga tersebut membuat konsumen lebih memilih produk impor, sehingga pelaku UMKM kesulitan mempertahankan pangsa pasar.

IBOS Expo 2026

Dampak banjir impor tidak hanya dirasakan sektor fesyen. Beberapa sektor lain, termasuk produk pertanian, juga mulai terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap produk lokal terjadi secara luas dan sistemik, bukan hanya di industri tertentu.

Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak terhadap keberlangsungan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Asosiasi pelaku usaha berharap pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi industri kecil, termasuk melalui regulasi yang mampu mengendalikan arus barang impor dan menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil.

Di tengah situasi ini, transformasi model bisnis menjadi pilihan yang sulit namun realistis bagi banyak pelaku UMKM. Beralih menjadi reseller dianggap sebagai jalan tengah agar usaha tetap berjalan, meski harus mengorbankan idealisme produksi lokal. Fenomena ini sekaligus menjadi alarm bagi pemangku kebijakan bahwa daya saing produk dalam negeri membutuhkan perlindungan dan penguatan yang lebih serius ke depan.

IBOS Expo 2026
Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: