Sambal Bakar Indonesia Group Perluas Bisnis ke FMCG Lewat Akuisisi Eat Sambel
INFO OPPORTUNITY.ID-Sambal Bakar Indonesia Group (SBIG) resmi memperluas cakupan bisnisnya dengan masuk ke sektor fast moving consumer goods (FMCG). Langkah strategis ini dilakukan melalui akuisisi brand sambal siap saji Eat Sambel, yang sekaligus menandai transformasi SBIG dari pemain jaringan restoran menjadi grup kuliner berbasis produk rumahan.
Ekspansi ke FMCG disebut sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan. CEO SBIG, Richard Theodore, menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar langkah ekspansi, melainkan fondasi penting untuk membangun mesin pertumbuhan baru.
“Kami ingin sambal tidak hanya dinikmati di restoran, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat di dapur rumah. Akuisisi Eat Sambel adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di industri FMCG,” ujarnya.
Richard menilai Eat Sambel memiliki DNA bisnis yang sejalan dengan SBIG, terutama dalam penguasaan kanal digital dan basis pelanggan yang loyal. Integrasi keduanya diyakini mampu mempercepat peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas distribusi sambal siap saji ke skala nasional.
Sejalan dengan itu, Director of Corporate Communication & Relations SBIG, Benjamin Master A. Surya, menyebutkan bahwa fokus utama pasca akuisisi adalah membangun efisiensi operasional dan memperkuat portofolio produk FMCG.
“Kami menggabungkan kekuatan inovasi resep, sistem distribusi, dan rantai pasok. Dengan sinergi ini, pertumbuhan lini FMCG diharapkan lebih cepat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Benjamin menambahkan, Eat Sambel tetap diposisikan sebagai sub-brand dengan karakter yang sudah dikenal luas oleh konsumen digital. “Identitas Eat Sambel tidak dihilangkan. Justru kami ingin mengangkatnya ke level yang lebih besar dengan dukungan skala dan infrastruktur SBIG,” katanya.
Dari sisi pemasaran, SBIG menyiapkan strategi distribusi omnichannel. Director of Marketing & Branding SBIG, Renaldo Akhira Ruslan, mengatakan kanal digital akan menjadi fokus utama di tahap awal.
“Kami memaksimalkan marketplace dan social commerce, sembari memperluas penetrasi ke modern retail dan general trade agar produk lebih mudah diakses konsumen,” ujar Renaldo.
Ke depan, SBIG menargetkan kontribusi penjualan FMCG dapat melampaui 50 persen dari total pendapatan perusahaan dalam kurun waktu 5–10 tahun. Saat ini, segmen FMCG masih menyumbang kurang dari 10 persen, namun integrasi dengan Eat Sambel diproyeksikan mampu melipatgandakan penjualan dalam 1–2 tahun mendatang.
Tokoh kuliner sekaligus kreator digital, Iben, menilai aksi korporasi ini memiliki visi yang lebih besar dari sekadar akuisisi bisnis. Menurutnya, SBIG membawa misi menjadikan sambal sebagai identitas kuliner nasional yang modern dan kompetitif.
“Kami ingin membuktikan bahwa brand kuliner Indonesia bisa naik kelas, menjadi grup nasional yang kuat dan berdaya saing global. Dan semuanya berawal dari satu rasa yang sangat Indonesia, yaitu sambal,” tutupnya.


