Rumah Tempe Azaki: UKM Lokal Tembus 10 Negara Berkat Digitalisasi
INFO OPPORTUNITY.ID-Di tengah derasnya arus globalisasi, Rumah Tempe Azaki tampil sebagai bukti nyata bahwa pelaku UKM lokal mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Berawal dari usaha rumahan berbasis produk pangan tradisional, Rumah Tempe Azaki kini sukses menembus pasar ekspor ke lebih dari 10 negara. Kunci keberhasilan ini tak lepas dari pemanfaatan teknologi, terutama layanan digital perbankan yang mendukung kelancaran transaksi global.
Selama ini, tempe dikenal sebagai makanan rakyat yang sederhana dan kental dengan nuansa tradisional. Namun, perubahan tren konsumsi dunia yang mulai beralih ke produk nabati (plant-based) membuka peluang baru bagi tempe untuk bertransformasi menjadi produk global. Rumah Tempe Azaki dengan cermat membaca peluang tersebut dan menjadikannya strategi bisnis utama.
“Tempe bukan lagi sekadar makanan tradisional. Ini adalah produk protein nabati yang dicari pasar global yang semakin sadar pada pola makan sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” jelas Cucup Ruhiyat, Founder Rumah Tempe Azaki.
Cucup mengusung misi besar: menjadikan tempe sebagai produk global premium yang tak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga membawa cerita kuat tentang warisan budaya Indonesia. Tantangan dalam proses ekspansi global tentu tidak sedikit, terutama dalam pengelolaan transaksi lintas negara—dari menerima pembayaran buyer asing, mengatur kurs valuta asing, hingga menjaga arus kas tetap efisien.
Dalam hal ini, peran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sangat signifikan. Melalui layanan BNIdirect, Rumah Tempe Azaki mampu mengelola transaksi ekspor secara real-time dengan aman dan efisien.
“Kalau dulu repot bolak-balik ke bank atau khawatir soal transfer dari luar negeri, sekarang semua bisa dipantau dalam satu platform. BNIdirect bukan cuma mempermudah transaksi, tapi juga meningkatkan kredibilitas bisnis kami di mata buyer global,” ungkap Cucup.
Tak hanya itu, program BNI Xpora juga menjadi katalis penting dalam membuka akses pasar internasional melalui fasilitas business matching, promosi digital, dan penyediaan market insight yang relevan. Hasilnya, hingga kuartal I 2025, nilai transaksi ekspor Rumah Tempe Azaki tercatat hampir mencapai Rp2 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa UKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama ekonomi ekspor, sekaligus menyerap tenaga kerja lebih luas di dalam negeri.
Kisah sukses Rumah Tempe Azaki memberikan pelajaran penting dalam dunia bisnis: bahwa kekuatan value proposition mampu mengubah produk tradisional menjadi komoditas unggulan di pasar global. Tempe, yang dulunya hanya dikenal sebagai pangan lokal, kini diakui sebagai produk bernilai tinggi di mata dunia—berkat kualitas, narasi yang kuat, dan kemasan yang relevan dengan preferensi global.
Digitalisasi pun terbukti menjadi fondasi penting dalam transformasi UKM. Tanpa adaptasi terhadap teknologi, terutama dalam sistem keuangan dan operasional, pelaku usaha akan sulit bersaing secara internasional. Di sinilah sinergi antara UKM dan lembaga keuangan menjadi sangat penting. Peran aktif BNI melalui BNIdirect dan BNI Xpora menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan bisnis nasional ke level global.


