Pegadaian dan PNM Latih Difabel Bantul Membatik dan Go Digital, Dorong Kemandirian Ekonomi
INFO OPPORTUNITY.ID-PT Pegadaian bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dua entitas dalam holding Ultra Mikro BRI Group, menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan kelompok rentan melalui pelatihan membatik dan pemasaran digital bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Kegiatan pelatihan ini digelar di Markas Komunitas Difabelzone Yogyakarta Bajang, Wijirejo, Pandak, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis membatik, pelatihan ini juga mencakup materi manajemen usaha, promosi produk, dan literasi keuangan.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Yogyakarta, Mushonif, menjelaskan bahwa pendekatan komprehensif ini bertujuan menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan dan memperluas akses kelompok difabel terhadap peluang ekonomi digital.
“Harapannya melalui kegiatan ini, kelompok difabel akan mendapatkan peluang ekonomi digital serta menciptakan mata pencaharian berkelanjutan. Kami juga memberikan edukasi agar keuntungan yang didapat bisa ditabung atau diinvestasikan, khususnya dalam instrumen emas,” ungkap Mushonif.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap usaha komunitas, Pegadaian juga menyalurkan bantuan alat produksi seperti mesin jahit dan mesin pembuat bross. Bantuan diberikan secara bertahap menyesuaikan progres pendampingan dan kebutuhan komunitas.
“Bantuan ini kami salurkan secara bertahap dalam bentuk kegiatan TJSL. Ini adalah alat penunjang usaha bagi Komunitas Difabelzone,” tambah Mushonif.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian nilai budaya lokal melalui seni batik, yang sekaligus diangkat menjadi sumber ekonomi kreatif inklusif. Dengan menggabungkan kearifan lokal dan teknologi digital, para peserta diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas, baik secara online maupun offline.
Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sosial Pegadaian terhadap kelompok marginal.
“Perusahaan tidak selalu mengutamakan bisnis semata, tetapi juga berupaya memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas,” ujar Edy.
Program ini mendukung berbagai capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
-
SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan vokasional bagi difabel;
-
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka akses produktif dan pasar;
-
SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, melalui pemberdayaan kelompok marginal;
-
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong produksi lokal berkelanjutan;
-
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antar entitas BUMN.
Melalui program ini, PT Pegadaian menegaskan bahwa inklusi ekonomi harus dimulai dari komunitas paling rentan. Dengan pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha, komunitas difabel diharapkan mampu tumbuh sebagai pelaku usaha yang mandiri, percaya diri, dan berdaya saing tinggi.


