Parfum Racikan Jadi Peluang Bisnis: Kisah Ipeyola Bangkit Lewat Jaringan Reseller
INFO OPPORTUNITY.ID-Di balik harum parfum yang kini mengantarkan omzet hingga belasan juta rupiah per bulan, tersimpan kisah jatuh bangun Ipeyola, seorang pengusaha asal Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Lewat merek lokal HartaKarun, Ipeyola tidak hanya membangun usaha dari nol, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi banyak orang lewat sistem reseller dan keagenan yang ia rintis.
Berawal dari 2016, Ipeyola menapaki dunia bisnis dengan berbagai tantangan. Berkali-kali tertipu supplier, ia sempat nyaris menyerah. Namun pengalaman pahit itu justru menjadi cambuk yang mendorongnya untuk berinovasi dan berdikari.
“Beberapa kali saya tertipu oleh supplier. Tapi saya tidak menyerah, terus berusaha, dan mencari solusi agar bisa bangkit kembali. Alhamdulillah, saya bisa bangkit dengan mengumpulkan uang dari endorsement untuk dijadikan modal jualan,” ungkapnya.
Tak ingin kembali terjebak dalam ketergantungan terhadap pemasok, Ipeyola memilih meracik produknya sendiri. Pilihannya jatuh pada parfum, produk yang memungkinkan kreasi aroma khas dan berbeda dari pasaran. Parfum racikannya dikembangkan dengan sistem produksi khusus—ia menerima sampel dari pabrik di luar Berau, menentukan formula aroma, lalu mengirim balik untuk diproduksi massal.
Dengan positioning produk yang antimainstream dan personalisasi brand yang kuat, HartaKarun tidak hanya diminati secara lokal, tetapi juga berhasil memperluas pasar melalui media sosial. Strategi digital yang ia jalankan diperkuat oleh sistem keagenan dan reseller yang kini menjangkau hingga luar Pulau Kalimantan.
“Ada 3 reseller yang selalu repeat order, dan yang paling jauh ada di Aceh,” kata Ipeyola. “Kalau lagi di luar kota, bisa banget order via DM Instagram @hartakarun.ipeyola.”
Model bisnis reseller inilah yang menjadi tulang punggung ekspansi HartaKarun. Dengan pendekatan yang fleksibel, Ipeyola memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin menjual ulang produknya tanpa harus memulai dari nol. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar penghasilan tambahan—tetapi juga awal dari perjalanan kewirausahaan.
Selain kualitas produk, Ipeyola menyadari pentingnya soft skill seperti personal branding dalam membangun kredibilitas. Ia pun aktif mengikuti berbagai pelatihan daring yang memperkuat kepercayaan pelanggan dan calon mitra terhadap brand-nya.
Kini, toko fisik HartaKarun di Jalan Murjani II menjadi simbol dari kerja keras yang berbuah manis. Tetapi lebih dari itu, Ipeyola ingin menjadikan perjalanannya sebagai inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Berau dan sekitarnya.
“Saya berharap produk-produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Tentu dengan dukungan penuh dari pemerintah,” tutupnya.


