Oclo: Dari Jastip UMKM ke Brand Fashion Lokal yang Menginspirasi
INFO OPPORTUNITY.ID-Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Yisti Yisnika memulai langkah awalnya dalam dunia bisnis dengan cara yang sederhana namun penuh semangat. Sembari menjalani kuliah, ia membuka jasa titip (jastip) produk-produk fashion milik pelaku UMKM lokal. Dengan hanya bermodalkan kuota internet dan koper bagasi, Yisti menyusuri pasar demi pasar, memilih langsung produk-produk terbaik, lalu memasarkannya lewat media sosial, dan mengantarkannya sendiri ke tangan pelanggan. Meski keuntungan yang diperoleh tak besar, justru dari situlah lahir ide besar: menciptakan sebuah brand fashion lokal yang memiliki struktur, konsistensi, dan keberlanjutan yang lebih jelas.
Tahun 2016 menjadi titik awal kelahiran Oclo, sebuah merek fashion perempuan yang hadir dengan ciri khas desain minimalis, nyaman dikenakan, serta sarat dengan semangat pemberdayaan. Nama “Oclo” dipilih karena memiliki kesan sederhana, kuat, dan fleksibel untuk berkembang lintas kategori fashion. Produk-produknya meliputi blouse, hijab, outer, celana, rok, hingga tas, yang semuanya dirancang agar sesuai dengan kebutuhan perempuan aktif masa kini—baik di ruang kerja maupun di waktu santai.
Oclo percaya bahwa fashion bukan hanya tentang tampilan luar, tapi juga tentang kenyamanan dan kepercayaan diri. Melalui gaya clean look dan palet warna hangat seperti earth tone, Oclo menghadirkan koleksi yang tak hanya modis tetapi juga membuat perempuan merasa anggun dan bebas bergerak dalam setiap aktivitas.
Dimulai dari usaha rumahan yang dikerjakan sendiri oleh Yisti—dari mendesain, memproduksi, hingga melayani pelanggan—Oclo kini berkembang menjadi brand mapan dengan struktur tim yang solid. Lebih dari 90 talenta lokal kini terlibat dalam proses produksi Oclo. Setiap helai pakaian bukan sekadar produk, melainkan juga bentuk nyata kontribusi terhadap ekosistem kreatif dan ekonomi lokal. Yisti pun memegang teguh prinsip bahwa bisnis bukan semata soal laba, tapi soal kebermanfaatan bagi sesama.
Sejak tahun 2017, Oclo mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan, dengan Shopee menjadi kanal utama. Digitalisasi menjadi kunci efisiensi dan akselerasi bisnis. Fitur-fitur seperti Shopee Live, Shopee Video, dan Shopee Affiliate Program memungkinkan Oclo menjalin kedekatan lebih personal dengan para pelanggannya. Pendekatan ini terbukti efektif, di mana 90% penjualan Oclo kini berasal dari Shopee, dan sekitar 35% transaksi di antaranya berasal dari Shopee Live.
Momentum kampanye besar seperti Shopee Big Ramadan Sale dan 12.12 Birthday Sale juga menjadi ajang bagi Oclo mencatat peningkatan pesanan secara signifikan. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Oclo sebagai brand lokal yang adaptif dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar.
Menginjak tahun 2025, Oclo semakin mantap dengan strategi berbasis komunitas dan konten. Mereka menggandeng lebih banyak content creator dan affiliator untuk memperluas jangkauan pasar secara organik. Tak hanya memperkuat eksistensi di kanal digital, Oclo juga mulai mempersiapkan ekspansi offline dengan rencana pembukaan toko fisik pertamanya di Jakarta.

