Peresmian rumah makan ini dilakukan secara langsung oleh Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Athari Gauthi Ardi selaku CEO Nan Lamak, bersama Epyardi Asda dan Emiko sebagai pemilik. Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti, menandai dimulainya perjalanan Nan Lamak sebagai destinasi kuliner Minang berkelas di Jakarta Selatan.
Nan Lamak hadir dengan misi menjaga kemurnian rasa masakan Minangkabau. Seluruh proses pengolahan, mulai dari pemilihan resep, peracikan bumbu, hingga teknik memasak, dilakukan berdasarkan warisan kuliner turun-temurun. Bahan baku yang digunakan pun dipilih secara selektif, sementara tenaga dapur berasal dari perantau Minang yang telah terbiasa mengolah masakan khas Sumatera Barat.
Nama “Nan Lamak” yang berarti “yang lezat” tidak sekadar menjadi identitas, tetapi juga mencerminkan filosofi Minangkabau condong mato ka nan rancak, condong salero ka nan lamak. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam konsep restoran yang memadukan keindahan penyajian, kenyamanan suasana, serta cita rasa yang kuat dan berkarakter.
Berbeda dengan rumah makan Padang pada umumnya, Nan Lamak menerapkan sistem made-to-order. Setiap hidangan dimasak setelah pesanan diterima, sehingga makanan tersaji dalam kondisi hangat dan segar. Pendekatan ini dipilih untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih eksklusif.
Menu yang ditawarkan dikurasi secara khusus dengan dua sajian unggulan, yakni Rendang Nan Lamak dan Ayam Goreng Nan Lamak. Keduanya diolah menggunakan teknik tradisional khas Solok dengan proses memasak presisi tinggi yang menuntut ketelatenan, sehingga menghasilkan rasa autentik yang mendalam.
Dari sisi interior, Nan Lamak menghadirkan tata ruang bernuansa premium dengan sentuhan hangat dan elegan. Desain ini dirancang untuk menciptakan kenyamanan, baik bagi keluarga yang ingin bersantap bersama maupun untuk jamuan bisnis dan pertemuan istimewa.
Menurut Athari Gauthi Ardi, kehadiran Nan Lamak bukan semata membuka restoran baru, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gastronomi Minang kepada generasi masa kini dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.
“Kami ingin setiap tamu tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga merasakan kehangatan budaya Minangkabau dalam setiap sajian,” ujarnya.
Lebih dari sekadar destinasi kuliner, Nan Lamak menegaskan komitmennya dalam melestarikan kekayaan rasa dan budaya Sumatera Barat. Dengan standar pelayanan modern serta kualitas rasa yang tetap otentik, Nan Lamak mengajak masyarakat Jakarta menikmati masakan Minang dalam suasana yang lebih berkelas dan berkesan.