Menyeruput Fulus Coffee Shop dari Kopi Konnichiwa
Anda masih tertarik berbisnis kedai kopi? Kalau iya, bisa menyimak tawaran waralaba Kopi Konnichiwa.
Dari namanya pasti terbesit bahwa kedai kopi ini berasal dari Jepang. Jawabannya salah, kedai kopi ini murni berasal dari lokal, Indonesia.
Adalah Hernando Santoso sebagai pemilik dan pencetus Kopi Konnichiwa. Ia sengaja terjun di bisnis kedai kopi karena melihat potensi bisnis kedai kopi yang masih tumbuh plus karena kegemarannya minum kopi. Terkait pemilihan nama Jepang, Hernando mengakui memang menyukai budaya Jepang.
Maka jangan heran, nuansa kedai Kopi Konnichiwa ini kental dengan suasana Jepang. Mulai dari dekorasinya hingga nama menu yang tersaji. Ada menu es kopi kyoto latte, es kopi godzilla latte dan menu lainnya dengan banderol harga Rp 15.000 per cup sampai Rp 23.000 per cup. "Butuh riset menu enam bulan dan konsepnya ala Jepang yakni grab and go," katanya.
Meski baru beroperasi, Hernando langsung membuka tawaran waralaba dengan paket Rp 80 juta yang sudah termasuk franchisee fee sebesar Rp 50 juta.
Meski baru berjalan, ia mengklaim sudah ada 20 gerai mitra di sekitar Jabodetabek yang siap buka lapak. Dan saat ini ada sekitar 50 calon mitra yang masih tahap penjajakan.
Dengan paket investasi Rp 80 juta, mitra akan mendapat mendapat lisensi penggunaan brand Konnichiwa selama tiga tahun. Selain itu ada perlengkapan pembuatan produk, seragam, media promosi, pelatihan serta booth desain khas Kopi Konnichiwa. Adapun biji kopi dari Pekanbaru Riau.
Untuk menarik perhatian, ia menampilkan kemasan kopi yang khas ala Jepang, yakni bergambar kucing atau neko dalam bahasa Jepang yang memiliki filosofi membawa keberuntungan. "Di Jepang, neko itu perlambang lucky," sahutnya.
Dengan konsep kemitraan yang ia tawarkan, Hernando menargetkan kedai Konnichiwa terus berkembang. Ia berharap hingga akhir 2020 nanti, jumlah gerai mitra bisa mencapai 100 gerai di Jabodetabek dan juga beberapa kota lain di Indonesia. "Setelah Jabodetabek tentu berlanjut di luar wilayah tesebut," harapnya.
Tapi ia mengingatkan jangan lupakan pemilihan lokasi yang strategis, dan layanan yang prima ke konsumen.


