Mengelola Bisnis Kopi Lebih Efisien: Pelajaran dari Arutala dan Second Step Coffee
INFO OPPORTUNITY.ID-Di tengah dinamika industri kopi yang terus berkembang, dua brand lokal—Arutala dan Second Step Coffee—menjadi contoh inspiratif bagaimana pelaku usaha bisa mengintegrasikan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.
Keduanya membuktikan bahwa dengan memanfaatkan kanal e-commerce secara strategis dan memadukan kekuatan Tokopedia Seller Center dan TikTok Shop, pelaku usaha mikro maupun menengah mampu bersaing di era digital, tanpa harus mengorbankan kualitas produk yang ditawarkan.
1. Inovasi Arutala: Dari Kebutuhan Akan Kualitas Menuju Strategi Digital
Didirikan pada 2019 di bawah naungan PT Sari Bumi Makmur Internasional, Arutala lahir dari kegelisahan pendirinya dalam menemukan kopi berkualitas yang konsisten, khususnya di segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Komitmen mereka jelas: menghadirkan hasil roasting kopi terbaik sesuai permintaan pasar.
Awalnya hanya mengandalkan toko daring di Tokopedia, Arutala mendapatkan momentum besar selama pandemi Covid-19, ketika pola belanja konsumen beralih ke digital. Lonjakan omzet pun terjadi seiring dengan kampanye pemasaran dari Tokopedia.
Melihat potensi e-commerce yang lebih luas, Arutala kemudian memperluas jangkauan ke TikTok Shop pada 2022—sebuah langkah yang terbukti strategis, mengingat tingginya interaksi pengguna di platform tersebut.
Puncaknya terjadi pada Maret 2025, ketika integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan pengelolaan promosi, pemrosesan pesanan, dan komunikasi pelanggan dilakukan dari satu dashboard terpusat. Proses yang sebelumnya memakan waktu kini hanya butuh lima menit untuk memproses ratusan pesanan.
Hasilnya:
-
Efisiensi kerja meningkat
-
Jangkauan pelanggan meluas
-
Kredibilitas brand menguat lewat ulasan terintegrasi
-
Kampanye lintas platform menjadi lebih mudah dikelola
Dengan sistem yang lebih sederhana, Arutala kini bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan loyalitas pelanggan.
2. Second Step Coffee: Menjawab Pasar Lokal dengan Sentuhan Digital
Berbeda dari Arutala, Second Step Coffee lahir dari kecintaan sang pendiri terhadap kopi yang sederhana dan bisa dinikmati kapan saja—tanpa perlu gimmick atau tren sesaat.
Langkah awal mereka dimulai dari riset pasar. Bekasi sebagai lokasi berdirinya Second Step, ternyata memiliki konsumsi biji kopi yang tinggi namun kompetitor daring masih sedikit. Maka, Tokopedia dipilih sebagai kanal utama karena UI/UX-nya yang disukai oleh target konsumen mereka—mayoritas laki-laki.
Berbagai fitur seperti voucher, pengelolaan komplain, dan komunikasi dua arah semakin memperkuat kehadiran Second Step di platform tersebut. Sementara itu, TikTok Shop menjadi langkah lanjutan menyikapi perubahan perilaku belanja konsumen.
Melalui integrasi dashboard, Second Step kini mampu menangani order, customer service, dan analisis performa lebih cepat dan efisien. Dampaknya pun positif: sistem review dan rating yang sinkron mendongkrak kepercayaan konsumen dan daya tarik konten mereka.
3. Pelajaran untuk UMKM dan Pelaku Bisnis
Kisah Arutala dan Second Step Coffee menyimpan pelajaran penting:
-
Digitalisasi bukan sekadar pilihan, tapi keharusan untuk bertahan dan berkembang.
-
Integrasi platform penjualan memungkinkan efisiensi yang nyata, terutama dalam hal operasional dan pelayanan pelanggan.
-
Pemetaan pasar lokal serta pemilihan kanal distribusi yang tepat menjadi kunci sukses penetrasi pasar.
-
Ulasan pelanggan dan kredibilitas toko adalah aset penting di era e-commerce yang penuh persaingan.
Dengan memadukan kepekaan terhadap kualitas produk dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, brand lokal seperti Arutala dan Second Step membuktikan bahwa bisnis kopi bisa berkembang pesat meskipun dimulai dari skala kecil.
Di era yang serba digital, pelaku UMKM dapat belajar dari strategi sukses dua brand ini: gunakan satu pusat kendali digital untuk mempermudah semua aspek operasional, dari promosi, layanan pelanggan, hingga analisis performa. Dengan begitu, Anda tidak hanya menjual produk, tapi juga membangun pengalaman yang konsisten dan memuaskan bagi pelanggan.


