Mandala Multifinance dan Adira Finance Resmi Bergabung, Perkuat Konsolidasi MUFG di Indonesia
INFO OPPORTUNITY.ID– PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) resmi menandatangani akta penggabungan usaha pada Selasa, 16 Juli 2025. Aksi korporasi ini menandai langkah strategis dalam konsolidasi konglomerasi keuangan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) di Indonesia.
Penggabungan ini telah disetujui sebelumnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Adira Finance pada 30 Juni 2025. Kedua entitas diproyeksikan akan beroperasi sebagai satu kesatuan mulai 1 Oktober 2025, dengan Adira Finance menjadi perusahaan penerima penggabungan.
Direktur Mandala Multifinance, Roberto AK Un, menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi pasar Adira Finance, khususnya dalam industri pembiayaan otomotif di wilayah Indonesia Timur. “Mandala Multifinance dan Adira Finance merupakan entitas afiliasi di bawah kendali MUFG Bank Ltd, sehingga penggabungan ini menjadi sinergi alami yang memperluas jaringan dan kekuatan layanan kami,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 17 Juli 2025.
Senada dengan Roberto, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa merger ini menjadi momen penting dalam sejarah perseroan. “Mandala memiliki pengalaman dan kekuatan operasional yang luas di berbagai daerah, terutama di segmen menengah ke bawah. Dengan dukungan teknologi dan jaringan kami, serta sokongan penuh dari Danamon dan MUFG, kami yakin dapat menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih luas dan relevan untuk masyarakat Indonesia,” katanya dalam pernyataan resmi, Rabu, 30 April 2025.
Bagian dari Strategi Global MUFG
Penggabungan ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi MUFG, konglomerasi keuangan asal Jepang yang juga memiliki saham mayoritas di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon). Sebelumnya, MUFG Bank Ltd. dan Adira Finance telah menyelesaikan proses akuisisi terhadap Mandala Multifinance pada Maret 2024, dengan nilai investasi sebesar Rp 7 triliun untuk 80,6 persen saham—MUFG Bank sebesar 70,6 persen dan Adira Finance sebesar 10 persen.
Per 31 Maret 2025, MUFG Bank tercatat memiliki 89,26 persen saham Mandala, sementara Adira Finance mempertahankan porsi kepemilikan 10 persen.
Dengan total aset kumulatif sebelum penggabungan mencapai Rp 38,4 triliun, merger ini semakin menegaskan posisi Adira Finance sebagai salah satu pemain utama di industri pembiayaan nasional. Fokus bisnis akan diperluas, khususnya dalam menjangkau konsumen di daerah-daerah dengan penetrasi keuangan yang masih rendah.
Menjaga Hak Pelanggan dan Karyawan
Roberto memastikan bahwa proses penggabungan tidak akan mengganggu kelangsungan operasional perusahaan. “Kami berkomitmen menjaga hak dan kepentingan seluruh pelanggan, mitra, dan karyawan Mandala Multifinance sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Mandala Multifinance sendiri dikenal memiliki basis pelanggan kuat di Indonesia Timur dan telah lama berfokus pada pembiayaan untuk segmen menengah ke bawah—populasi yang menjadi motor penggerak inklusi keuangan nasional.
Konsolidasi ini merupakan langkah konkret MUFG dalam memperkuat fondasi bisnis multifinance di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui inklusi keuangan yang lebih merata. Dengan menyatukan kekuatan operasional, jaringan, dan teknologi, Adira Finance dan Mandala Multifinance diharapkan dapat menjadi entitas yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang.


