Kripik Hidayat, Camilan Rumahan Asal Semarang yang Lahir dari Mimpi dan Kini Menembus Pasar Nasional
INFO OPPORTUNITY.ID— Siapa sangka, dari dapur sederhana di Candi Sari, Semarang, lahir sebuah merek camilan yang kini mulai dikenal luas di berbagai kota di Indonesia. Kripik Hidayat, produk keripik pisang dengan varian rasa kekinian seperti cokelat, keju, madu, dan pedas, menjadi salah satu bukti bahwa ide besar bisa berawal dari tempat yang paling sederhana—bahkan dari mimpi.
Didirikan oleh Bagus Prasetyo pada akhir tahun 2023, Kripik Hidayat lahir bukan dari riset bisnis panjang, melainkan dari inspirasi yang datang melalui mimpi. “Saya tidak suka pisang, tapi saya bermimpi diberi nama produk dan ide usaha. Esok harinya saya langsung mencoba membuatnya,” ujar Bagus.
Dengan semangat dan ketekunan, Bagus memulai produksi dari rumah, memasarkan lewat WhatsApp dan media sosial, serta mengikuti bazar UMKM. Seiring waktu, respon pasar yang positif mendorongnya untuk memperluas produksi, hingga kini mencapai 10.000 kemasan per bulan. Produk Kripik Hidayat telah mengantongi legalitas lengkap, termasuk NIB, PIRT, dan sertifikasi halal.
Target pasarnya pun beragam. Mulai dari anak muda aktif di media sosial hingga keluarga muda dan pekerja kantoran. Untuk menjangkau konsumen lebih luas, Kripik Hidayat hadir di berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia, serta aktif menjalin kerja sama dengan toko oleh-oleh dan kafe.
Dalam perjalanannya, Bagus juga dihadapkan pada tantangan seperti ketidakstabilan bahan baku dan penurunan penjualan. Namun dengan mengikuti pelatihan UMKM, memperkuat branding, dan mengadopsi digital marketing, ia berhasil bangkit dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
“Salah satu titik balik adalah ketika akun resmi Kementerian Koperasi dan UKM membagikan konten kami. Sejak itu, brand awareness meningkat tajam,” jelas Bagus.
Tak hanya berorientasi bisnis, Kripik Hidayat juga mengusung nilai sosial dan lingkungan. Tenaga produksi sebagian besar berasal dari ibu rumah tangga sekitar, dan limbah produksi seperti kulit pisang dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Produk ini pun mulai beralih ke kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan.
Dengan ekspansi yang kini mulai menjangkau luar kota dan meningkatnya permintaan melalui marketplace, Bagus memiliki visi besar: menjadikan Kripik Hidayat sebagai oleh-oleh khas daerah sekaligus camilan sehat nasional. “Kami ingin menghadirkan produk lokal yang tidak hanya enak, tapi juga sehat dan berdampak sosial,” tutupnya.

