Kolaborasi Jadi Kunci Efisiensi Produksi UMKM, Ini Kisah Kalon dan Bunama Store
INFO OPPORTUNTIY.ID– Kolaborasi menjadi strategi krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperluas jangkauan bisnis mereka. Dua brand lokal, Kalon dan Bunama Store, menunjukkan bagaimana kerja sama dengan mitra produksi mampu mendorong pertumbuhan usaha tanpa mengorbankan kualitas.
Kalon: Fokus pada Pemasaran, Produksi Diserahkan ke Mitra
Anthony Widianto, pemilik brand wellness lokal Kalon, menekankan bahwa kerja sama dalam produksi menjadi pilihan strategis di tengah keterbatasan sumber daya dan tingginya kebutuhan pemasaran.
“Di luar sisi penjualan, kita juga harus memikirkan pemasaran. Itu sangat menguras waktu dan energi. Jadi, lebih efisien kalau produksi diserahkan ke pihak lain,” ujarnya.
Selain pertimbangan efisiensi, pembangunan pabrik produksi sendiri dianggap memerlukan modal besar dan dapat mengganggu fokus manajemen. Oleh karena itu, Kalon saat ini menggandeng beberapa pabrik rekanan di Jawa Timur dan Jawa Barat, yang berlokasi dekat dengan sumber bahan baku.
Namun, Anthony menekankan pentingnya seleksi ketat dalam memilih partner produksi. Kualitas menjadi faktor utama. “Setiap pabrik punya keunggulan masing-masing. Ada yang lebih cocok untuk produk diet, ada yang spesialis produk pengembang badan,” jelasnya.
Sebelum diluncurkan ke pasar, Kalon terlebih dahulu melakukan uji coba produk ke 100 responden. Produk hanya dirilis jika tingkat kecocokan mencapai minimal 90 persen.
Sejak didirikan pada 2021, Kalon telah memasarkan berbagai produk seperti Sugar Wax, Kalon Tea, dan Sboost. Penjualan bulanannya mencapai 150.000 hingga 200.000 unit melalui platform daring.
Bunama Store: Gandeng Garmen Lokal untuk Penuhi Permintaan
Langkah serupa juga diambil oleh Bunama Store, brand fesyen lokal yang dikenal dengan desain bertema seni dan budaya global. Marketing Manager Sahal Lisanul Anwar menjelaskan bahwa kerja sama produksi dilakukan saat permintaan pasar melebihi kapasitas stok internal.
“Kalau produksinya dilakukan sendiri, dari sisi waktu kurang efisien. Jadi, kami gandeng garmen atau pabrik sekitar Bunama,” ujar Sahal.
Bunama sangat memperhatikan kualitas dalam memilih mitra produksi. “Ada garmen yang ternyata klasifikasinya tidak cocok dengan standar jahitan kita, jadi tidak semua bisa langsung diajak kerja sama,” jelasnya.
Dengan melibatkan sekitar 60 karyawan dan sejumlah konveksi lokal di Majalaya dan Batujajar, Jawa Barat, Bunama mampu memproduksi hingga 4.000 produk per hari. Bahan baku diperoleh dari kawasan Cigondewah dan sekitarnya.
Brand ini dikenal dengan produk-produk seperti hoodie “Full Moon”, jaket varsity, dan t-shirt bergaya urban. Setiap bulan, Bunama menjual sekitar 20.000 produk melalui strategi pemasaran digital yang mencakup video pendek, live streaming, dan kampanye tematik.
Sinergi UMKM dan Mitra Lokal, Dorong Ekonomi Kreatif
Kisah Kalon dan Bunama Store menunjukkan bahwa sinergi dengan mitra produksi lokal bukan hanya solusi atas keterbatasan sumber daya, tetapi juga upaya untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Kolaborasi ini turut memberdayakan pelaku usaha di daerah, memperkuat rantai pasok dalam negeri, dan membuka lapangan kerja baru.
Dengan pendekatan yang tepat dan seleksi mitra yang ketat, kolaborasi UMKM dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kreatif nasional.


