Industri Ritel Dihadapkan pada Tantangan Zaman, Indomaret Gandeng GP Ansor Siapkan Model Bisnis Baru

INFO OPPORTUNITY.ID— CEO PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group), Sinarman Jonatan, mengungkapkan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi industri ritel modern. Ia menilai bahwa banyak pelaku usaha ritel masih terjebak dalam model bisnis lama dan belum mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis.

“Industri retail yang sekarang juga banyak sekali industri retail masa lalu, dia tidak mengikuti perkembangan masa depan,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Indomaret Group dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Sinarman, yang telah berkecimpung di dunia ritel selama lebih dari 40 tahun, mengakui bahwa perubahan di industri ini kian sulit diprediksi. “Tampaknya mudah, tapi ternyata tidak mudah. Industri ritel ini sangat dinamis, sangat tidak menentu, karena masalah-masalah yang sangat kompleks,” ungkapnya.

IBOS Expo 2026

Ia menegaskan bahwa jika pelaku industri tidak melakukan perubahan, maka mereka akan tertinggal. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan agar pelaku usaha bisa bertahan dan berkembang di tengah tantangan.

“Ini bukan masalah yang sekali jadi, tapi ini masalah yang harus diperjuangkan secara terus-menerus. Kelihatannya sangat menarik, tapi banyak yang harus dilakukan,” ujarnya menambahkan.

Dalam konteks inilah, kerja sama antara Indomaret Group dan GP Ansor dianggap sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Menurut Sinarman, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan bisnis ritel yang inklusif dan adaptif.

IBOS Expo 2026

“Kita mempersiapkan suatu program yang besar untuk masa depan kita. Tapi kita tidak perlu khawatir menghadapi segala bentuk kesulitan dan tantangan-tantangan yang ada. Kita harus siap untuk berjuang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang wirausaha bagi para kader GP Ansor melalui tiga skema usaha berbeda:

  1. Membuka cabang Indomaret Group dengan estimasi investasi sekitar Rp 500 juta (di luar bangunan),

    IBOS Expo 2026
  2. BUMA Minimart dengan investasi Rp 164 juta,

  3. Warung BUMA, dengan investasi mulai dari Rp 45 juta hingga Rp 60 juta.

Addin menambahkan, untuk Warung BUMA, kader GP Ansor cukup menyiapkan modal awal sebesar Rp 10 juta. Sisanya akan dibantu oleh Bank Mandiri, baik dalam bentuk fasilitas rak (CSR) maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 25 juta untuk penyediaan barang.

IBOS Expo 2026

“Jadi bagi sahabat-sahabat di seluruh Indonesia, ini usaha yang sangat mudah sekali. Tinggal pilih mau Indomaret, mau BUMA Minimart, atau Warung BUMA,” pungkasnya.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Request Information

To learn more about Indomaret, request information today!

DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: